Money Talk (18+)

Money Talk (18+)

  • WpView
    LECTURAS 18,297
  • WpVote
    Votos 32
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, nov 8, 2024
Liliana Anindya Carika, gadis berusia sembilan belas tahun yang terpaksa mempertaruhkan tubuhnya demi pundi-pundi rupiah. Liliana yang kerap disapa Ana, ia menjadi tulang punggung keluarganya setelah ibunya sakit-sakitan. Ditinggalkan oleh ayahnya saat usia masih kecil, Ana kini menjadi pribadi yang kuat demi menghidupi ibu dan adik kembarnya. Setelah berhasil menjadi salah satu ladies di rumah bordil House Lover. Ana terjebak dengan seorang pria asal Prancis di malam pertamanya. Lucas Francisco Aurelius, pria berusia tiga puluh dua tahun itu merupakan seorang pengusaha ekspor senjata. Tetapi bukan hanya itu saja, Lucas juga terlibat dengan perkumpulan ekspor senjata illegal. "Are u still virgin?" Ana mengangguk dengan mata berderai air mata menahan sakit. "Oh, shit!" umpat Lucas. Pria itu kembali menarik penisnya. "Setelah ini selesai, saya ingin kamu menyetujui kesepakatan bersama yang akan saya ajukan."
Todos los derechos reservados
#34
prostitusi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pelayan Sang Tuan
  • A Vow Of Hate [ END ]
  • Sada & Sana
  • Salju Pertama di New York
  • bukan Wanita SIMPANAN (END)
  • Im Maid not Wife [END]
  • THE S*X TAPE

Next Story Saga Sesil Banyu Dirgantara & Davina Riley Davina Riley, harus membayar nyawa yang nyaris dan sudah dilayangkan oleh sang ayah, Jimi. Sebagai pelayan Dirga. *** "Davina Riley?" Mata gadis itu mengerjap-ngerjap, seolah menahan rasa kantuk yang mulai menyelimuti. Sebelum kemudian benar-benar tak berdaya dam membiarkan kegelapan mengambil alih, menjatuhkan kepala ke tanah. Dirga menoleh ke arah kaki kanan gadis itu yang masih merembeskan darah. "Kita hanya perlu membiarkannya. Tak akan menunggu lama sebelum dia mati kehabisan darah," ujar Clay, mengamati tangan Dirga yang sudah mengenakan sarung tangan. Tak perlu ada sidik jari yang akan merepotkan. "Dan ini daerah terpencil. Jejak kita akan hilang oleh hujan dan panas." Dirga terdiam. Sekali lagi menatap wajah gadis itu yang mulai pucat. "Dan ini akan menjadi kematian yang mudah untuknya," dengusnya kemudian. Kematian yang diberikan Jimi jelas tidak berjalan mudah untuknya. Bayaran ini terlalu mudah. "Lalu?" Dirga merogoh saku di balik jasnya dan mengeluskan sapu tangan berwarna biru lautnya. Menggunakan kain itu untuk membebat kaki gadis itu. Lalu menggendong tubuh mungil si gadis dan berkata pada Clay, "Panggil seseorang untuk mengeluarkan pelurunya." Clay bekerut kening. "Kau akan menyelamatkannya?" "Ya, aku harus menyelamatkannya lebih dulu sebelum memberinya dan ayahnya hukuman, kan?" Seringai tersungging di ujung bibir Dirga. "Aku butuh pembayaran yang lunas dan mahal."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido