Bisikan Masa Lalu

Bisikan Masa Lalu

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 6, 2024
Di balik setiap cerita, ada seorang pendengar yang menyimpan kenangan. Dalam Bisikan dari Masa Lalu, aku bukanlah pencerita utama-aku adalah pendengar, sang pewaris kisah-kisah yang datang dari mereka yang pernah hadir dalam hidupku. Nenekku, ibuku, teman-teman, dan sosok-sosok lain yang hidupnya terjalin dalam tragedi, misteri, romansa, bahkan horor, berbisik melalui ingatan yang kembali dari masa lampau. Inilah kumpulan cerita yang berbeda, setiap kisah berdiri sendiri, namun saling mengisi untuk membawa pembaca ke dalam dunia yang tak lekang oleh waktu. Masing-masing cerita menyimpan rahasia, canda, luka, dan keindahan yang begitu nyata hingga nyaris terasa seperti milik sendiri.
All Rights Reserved
#21
ceritasantai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • nail & restu : diantara dua senyap.
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Amour et Histoire
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Menjadi Aku
  • SMARA DIKTA
  • SELEPAS KAU PERGI (END)

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines