Fire For Peace: The Last Defence

Fire For Peace: The Last Defence

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 13, 2024
Oktober 1972, perang saudara di Indonesia pecah yang memisahkan negara menjadi dua kubu: Kubu Revolusioner dan Kubu Pemerintah. hal ini bisa terjadi karena hancurnya stabilitas negara tersebut pasca kejadian G30S/PKI, Perang ini sangatlah dahsyat dan berakhir dengan kemenangan di pihak Revolusioner. Kubu pemerintah hanya mampu bertahan di sebuah kota kecil di pesisir, bernama Tunika. Kota ini menjadi benteng terakhir bagi pemerintah yang tersisa. Kubu Revolusioner mengepung kota tersebut, membangun barikade untuk membiarkan pasukan pemerintah dan warga kota mati kelaparan. Sang tokoh utama, Rama, adalah seorang prajurit muda dari kubu pemerintah. Awalnya, ia hanyalah pedagang keliling, namun setelah pecahnya perang saudara, ia terpaksa bergabung dalam wajib militer. Saat ini, Rama dan pasukan yang dipimpin oleh Letnan Ali dari Peleton ke -4, Kompi srikandi, Divisi Infanteri Berat ke 202, harus mempertahankan kota Tunika bagaimanapun caranya.
All Rights Reserved
#80
military
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TNO: The Last Day of Asia
  • Tak Sadar Jatuh Cinta
  • The Global War
  • (WAR) Penghianatan Di Balik Kemenangan
  • Dark System
  • Contra Mundi II - Anak-anak Manusia
  • Sebuah Kisah (SUDAH TERBIT)
  • NEGERIKU 2045

Perang Dingin Asia kian memanas. Kekaisaran Jepang dan Republik Tiongkok, dua kekuatan terbesar di kawasan Asia-Pasifik, terlibat persaingan sengit dalam memperebutkan pengaruh politik, militer, dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara serta Asia Selatan. Rivalitas ini diperparah oleh perang dagang terbuka, Jepang berupaya mempertahankan dominasinya atas jalur produksi industri dan teknologi tinggi, sementara Republik Tiongkok agresif mendorong ekspor, investasi infrastruktur, dan penguasaan pasar bahan baku strategis. Ketegangan ekonomi tersebut memperdalam polarisasi kawasan dan mendorong negara-negara kecil terjebak dalam orbit salah satu kekuatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines