Insane Death Angel (Pendosa)

Insane Death Angel (Pendosa)

  • WpView
    Reads 166,360
  • WpVote
    Votes 8,167
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadComplete Thu, Oct 20, 2016
Amarah dan Tangisan dalam hati Sarah begitu riuh, hingga ia tak mampu mendengar hati nuraninya yang meneriakkan agar Sarah memberi ampunan bagi mereka yang menyakitinya. Setelah menuruti kepedihannya, Amarah itu tak riuh lagi namun terdiam lalu ikut menjerit bersama Tangisan. Pada akhirnya, Sarah menyesal dan hati nuraninya hanya berkata "Sudah kubilang, namun kau tak mau mendengar," dan Sarah pun menjadi seorang Pendosa. Malaikat Maut yang Gila. Ia tak bisa berhenti, namun meneruskan apa yang sudah terlanjur ia mulai: menjadi seorang pendosa hingga waktu menjemputnya. Akankah Tuhan memberi ampunan? Cerita ini mengalami banyak perubahan yang lebih baik tentunya! Ayo, baca lagi! ----------------------------------------------------------------------------------------- Read, vote, and comment! Happy reading!
All Rights Reserved
#920
bully
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RAESHA (Revisi)
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Promise or Leave
  • LOSING YOU (COMPLETED)
  • DEVOTEE DEVIL {END} ✓
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • SYA
  • That Lady, With All Her Secrets
  • RAHASIA CINTA SANG PSIKOPAT
  • Lingering Sadness

Judul Awal : 'METAMORFOSIS' diganti 👉 'RAESHA' "Terabaikan, kebebasan, pengkhianatan dan realita menyesakkan. Itu yang gue rasakan." -(Raesha) "Don't Worry. Ada gue yang bakal nganggep keberadaan lo, Ca." -(Jo) "Sayang Eca, tapi gatau Ecanya sayang siapa😥." -(Rava) "Kupu-kupu pun mengalami tahap sebelum menjadi sempurna. Laa Tahzan, Innallaha Ma'ana." -(Ammar) "Sakit dibales sakit. Sengsara dibales sengsara. Dan MATI dibales MATI. Itu yang bakal gue lakuin ke lo perlahan. Let's The Game Begin" -(Unknow) Saat hidup tak lagi berasa, seketika muncul setitik cahaya yang kemudian padam dan menyisakan sayatan menyakitkan. Saat kaki sudah mulai melangkah, fakta menyesakkan justru terkuak dan kembali meluluhkan butiran bening memilukan. »Ketika Cinta, Persahabatan, Keluarga dan Kematian berada dalam dimensi yang sama« 🐭[Ini kisah tentang sandiwara kehidupan yang tak semulus kain sutra]🐭 Penasaran?? Yukk tambahkan ceritanya di perpustakaan kalian😇. Sebelumnya maaf kalo ceritanya tak sesuai dengan angan kalian🙏 ©-M_P-🌱

More details
WpActionLinkContent Guidelines