The Wrong Way

The Wrong Way

  • WpView
    Reads 495
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 19, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Josh. Seseorang yang sangat aku sayangi. Aku tak ingin kehilangannya. Aku ingin terus berada di sisinya. Tapi apa daya, yang dapat kami lakukan hanyalah saling mengirimkan sepucuk surat dengan tinta hitam yang mulai pudar. Padahal sebelumnya, semua baik-baik saja. Kisah cinta kami lenyap ditelan oleh jiwa-jiwa tak berperi keadilan---yang haus akan kemenangan. Saat ini dunia sedang terguncang. Perang di berbagai daerah, negara yang kini tengah dijajah. Aku berusaha untuk melanjutkan jiwa nasionalisme milikmu, dan sama sepertimu. Akhirnya aku hanya menjadi seorang buronan, tertangkap oleh mereka, dan menghilang dalam kegelapan. Tetapi Josh, aku menemukan seseorang yang baru. Seseorang yang selalu melindungiku, seperti yang kau lakukan dulu. Sulit untuk mengatakannya, tetapi sebenarnya aku juga tak mau mengalihkan pandanganku darimu. Tapi ini semua telah terjadi. Aku hanya berharap ini adalah 'pilihan yang benar' untukku. Josh. Di tengah perang dunia ini, Akankah kita dapat bertemu lagi, dan bersatu kembali?
All Rights Reserved
#35
worldwar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Take A Chance With Me (Mas in the Cabinet Secretary Version)
  • Tell The World I Love U
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • You're Here, But Not For Me
  • DikaRanggi
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Cahaya Dirimu

(BEBERAPA PART DI PRIVATE. FOLLOW TO READ IT!) "Manusia tidak akan pernah abadi. Tapi cinta, akan selalu abadi bersamamu." Wanita itu berharap bahwa ia bermimpi sekarang. Bagaimana bisa, sosok yang ia ketahui sangat mencintainya, berlalu begitu saja meninggalkan jejak kepahitan. Hari berlalu bagaikan sewindu. Begitu lama. Dan selama itu pula rasa sakitnya masih bermuara di dalam sana. Hingga suatu hari, seseorang datang dalam hidupnya. Membangkitkan binar di mata birunya lagi. Membangkitkan gelora yang selama ini terpendam. Namun ternyata tidak semulus itu. Sakit hati dan kepahitan perlahan menghujaminya kembali. Sampai ia tahu suatu kebenaran. Kebenaran yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Kebenaran bahwa ia berada diantara dua cinta. Cinta yang sebelumnya sempat ia ragukan. Cinta yang begitu sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines