Jiva Crescendo

Jiva Crescendo

  • WpView
    LECTURAS 63,471
  • WpVote
    Votos 4,210
  • WpPart
    Partes 40
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, feb 25, 2026
Menjadi pianis adalah mimpi paling awal yang pernah dimiliki Annseira-mimpi yang tumbuh diam-diam, jauh sebelum ia paham arti nama besar yang ia sandang. Namun sebagai cucu perempuan pertama keluarga Pramoedya, hidup Annseira sejak awal tidak sepenuhnya miliknya sendiri. Setiap langkah sudah memiliki garis, setiap pilihan sudah punya batas. Ibunya adalah seorang pemain cello. Maka Annseira pun diarahkan ke sana. Piano boleh dikagumi, tapi cello adalah kewajiban. Ia menurut. Selalu menurut. Mengikuti aturan keluarga sudah menjadi bagian dari napas hidupnya. Dan karena kepatuhan itulah, Annseira tumbuh menjadi kebanggaan Pramoedya-tenang, terdidik, nyaris tanpa cela. Tidak menjadi pianis pun ia bisa menerima. Cello tidak seburuk itu, meski meninggalkan kapalan dan rasa perih yang sering ia sembunyikan. Tapi persoalan dijodohkan? Untuk pertama kalinya, ia menolak aturan Pramoedya tanpa ragu. Dari penolakan itulah pemberontakannya dimulai. Sebuah langkah kecil yang menyeretnya keluar dari dunia yang selama ini ia kenal, dan membawanya bertemu dengan Archie G. Harliono.
Todos los derechos reservados
#1
musisi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Silent, Please! (Re-up)
  • Sexy Romance
  • The Charming Man and Ugly Girl
  • I Don't Give a Fuck [in ed.]
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • 27 to 20
  • JAYDEN ✓| JENSELLE

Ada nggak sih manusia bumi yang hidupnya monoton banget nggak ada cabang-cabangnya kayak aku? Setiap hari cuma jalani hidup seadanya. Nggak ada perlawanan, udah kayak hidup nggak mau tapi mati aja segan. Selalu nurutin perintah orang tua, disuruh ini itu nurut. Bahkan di suruh nikah sama orang yang nggak dikenal pun tanpa sungkan langsung ngangguk. Nggak nolak atau apa pun itu? Kayaknya cuma aku deh manusia bumi yang pantas banget dikasih penghargaan sebagai manusia terbaik. Di lamar sama orang asing--yang konon katanya temen paud langsung ngangguk aja nggak banyak protes. Cuma bisa berserah diri sama Tuhan semoga dibukakan jalan mudah selebar-lebarnya. ><>< "Calla, saya izin bawa kamu ke apartemen boleh?" "Ada cewek lain nggak, Mas? Saya ini tipikal cewek baik-baik yang memusuhi buaya!" "Tenang saja. Kamu cewek pertama yang saya bawa ke sana! Nanti malam jangan lupa, malam pertama kita!" "........" "Boleh kabur nggak sih?" "Nggak boleh, kamu sudah saya bawa masuk ke dalam hidupnya seorang Aditya Arsenio. Saya jamin kamu akan bahagia!" "Eitss, jangan lupa headset bluetooth saya di kembalikan. Nanti saya belikan yang baru, khusus buat kamu, istri saya!" Yuk, baca keseruan kehidupan Calla Heelwa dan Aditya Arsenio. Langsung ke prolog, ya? Jangan lupa dukungannya!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido