Jiva Crescendo

Jiva Crescendo

  • WpView
    Reads 96,062
  • WpVote
    Votes 5,572
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2026
Menjadi pianis adalah mimpi paling awal yang pernah dimiliki Annseira-mimpi yang tumbuh diam-diam, jauh sebelum ia paham arti nama besar yang ia sandang. Namun sebagai cucu perempuan pertama keluarga Pramoedya, hidup Annseira sejak awal tidak sepenuhnya miliknya sendiri. Setiap langkah sudah memiliki garis, setiap pilihan sudah punya batas. Ibunya adalah seorang pemain cello. Maka Annseira pun diarahkan ke sana. Piano boleh dikagumi, tapi cello adalah kewajiban. Ia menurut. Selalu menurut. Mengikuti aturan keluarga sudah menjadi bagian dari napas hidupnya. Dan karena kepatuhan itulah, Annseira tumbuh menjadi kebanggaan Pramoedya-tenang, terdidik, nyaris tanpa cela. Tidak menjadi pianis pun ia bisa menerima. Cello tidak seburuk itu, meski meninggalkan kapalan dan rasa perih yang sering ia sembunyikan. Tapi persoalan dijodohkan? Untuk pertama kalinya, ia menolak aturan Pramoedya tanpa ragu. Dari penolakan itulah pemberontakannya dimulai. Sebuah langkah kecil yang menyeretnya keluar dari dunia yang selama ini ia kenal, dan membawanya bertemu dengan Archie G. Harliono.
All Rights Reserved
#2
man
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEHANDAR & AQILLA [YOUNG MARRIAGE]
  • I Don't Give a Fuck [in ed.]
  • Hello, My Prince!
  • Sexy Romance
  • The Bridle Of Fate
  • Silent, Please! (Re-up)
  • The Charming Man and Ugly Girl
  • 27 to 20
  • JAYDEN ✓| JENSELLE
  • FOIS

Qilla itu lebih suka menyendiri. Meskipun suka menyendiri, Qilla bukan perempuan pendiam nan pemalu. Dia pemberani, apa adanya, percaya diri dan cuek. Qilla tuh cuman kelewat mager saja. Alhasil, dia jadi malas bicara dan bersosialisasi. Agak parah sih ini. Ya gimana, soalnya Qilla itu menganut sistem hemat energi. Jadi lebih suka saving battery mode laying alias rebahan. Qilla tidak mudah dekat dengan orang lain. Temannya bisa dihitung dengan jari. Ketika ditanya soal cita-cita. Qilla selalu jawab masih dalam tahap pengembangan. Mirip jawaban developer aplikasi. Padahal sebenarnya dia memang tidak tahu mau jadi apa. Targetnya setelah lulus, mau diam saja di rumah alias jadi ibu rumah tangga. Sayangnya, di saat Qilla sudah siap lahir batin untuk diajak berumahtangga. Fakta pahit tentang Dehandar yang sudah menyerah atasnya membuat Qilla kian putus asa. Kira-kira ada tidak ya yang mau jadi kepala rumah tangganya? Jujur saja, Qilla masih menaruh harap pada Dehan. Cuman kan ... cowok itu 'kan memilih menyerah. Haduh, kalau begini ceritanya, bagaimana, ya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines