Sabana
  • WpView
    LECTURES 100
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'Γ©criture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., janv. 31, 2026
"𝑨𝒃𝒐𝒖𝒕 π’šπ’π’–, π’Š π’˜π’Šπ’”π’‰ 𝒕𝒐 𝒆𝒙𝒑𝒍𝒐𝒓𝒆 𝒏𝒂𝒕𝒖𝒓𝒆 π’˜π’Šπ’•π’‰ π’šπ’π’–." -𝑺𝒂𝒃𝒂𝒏𝒂- ^αͺ²αͺ²αͺ²ΚšΙž^αͺ²αͺ²αͺ² Neira Sabana Edelweis, gadis cantik dengan berbagai wishlist di kepalanya. Ia anak kedua setengah strict parent. Si penyuka gunung, alam, dan dia. Seperti namanya yang bercahaya ia selalu memberikan senyuman manisnya meskipun angin menerpanya di padang. Ia seperti bunga yang tak mudah layu, terus tumbuh, bersemi dan bermekaran. Mimpi, impian, dan semangatnya yang selalu membara seperti menaklukkan seseorang yang disukainya. Arganta Langit Anjasmoro, pemuda tampan berusia 23 tahun yang mempunyai impian seluas samudera. Meskipun diterpa badai ia selalu berusaha tenang. Tentang hati yang tak pernah merasakan genre anak muda itu dipertemukan dengan arti cinta. Namun ada satu hal yang tersembunyi. Dia memiliki rahasia hati. Apakah takdir akan membawa keduanya dalam satu langkah bersama? Seperti sepasang sepatu yang saling berpasangan dan berjalan bersama-sama di perjalanan merangkai impian bersatu untuk bersama. ^αͺ²αͺ²αͺ²ΚšΙž^αͺ²αͺ²αͺ² Don't Plagiat!! Cover by me Start publish: 31 Agustus 2025
Tous Droits RΓ©servΓ©s
#97
imam
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. β€‹βŠΉ ΰ£ͺ οΉπ“ŠοΉπ“‚οΉβŠΉ ΰ£ͺ Λ–βŠΉ ΰ£ͺ οΉπ“ŠοΉπ“‚οΉβŠΉ ΰ£ͺ Λ– WARNING ⚠ - bΓ—b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu