After Rain, 1957

After Rain, 1957

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 8, 2024
"...pada insan yang menghapus jejak kelabu, ku jatuhkan rasa atas asma mu." Ini cerita tentang Abhiseka dan Jenar di tanah Yogyakarta pada tahun 1957. *** by ©_nyllachyya cover by canva and pinteres
All Rights Reserved
#233
jogja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENANGAN KOTA JOGJA KALA ITU [On Going]
  • Wikrama
  • Tentang Kota Ini
  • Garwa (TERBIT)
  • Cintaku Bersemi [BLUESY]
  • AMANJIWO
  • Transmigrasi Randa

Sudah menjadi sebuah kehormatan besar bagi Izora Keenan Bumantara, seorang gadis berparas rupawan yang kini tengah menjalankan pekan PPL di Daerah Istimewa Yogyakarta. Gadis yang kini berusia 20 tahun itu diketahui tengah menempuh pendidikan di salah satu Universitas ternama kota Surabaya. Karena paras cantiknya itu, membuat sebagian pria tertarik padanya. Tidak jarang diantara mereka yang ingin menjadikan Izora sebagai pendamping hidup. Tidak terkecuali "Kanjeng Bendoro Raden Mas Harya Aksara Pandu Diningrat," Seorang arsitek sekaligus Adipati muda yang memimpin sebuah Keraton Kadipaten Otonom yang masih beroperasi di kota pelajar itu. Sejak awal pertemuannya, Aksara sudah menaruh benih-benih asmara pada Izora. Tapi sayangnya, takdir tidak membiarkan hubungan mereka mulus tanpa adanya kendala. Di tengah-tengah hubungannya yang kian mendekat, keduanya justru dihadapkan dengan isu-isu yang muncul di luar sana. Lalu, mereka berdua akan mampu menghadapi itu semua? Atau justru Izora akan mundur karena adanya perbedaan kasta? "Saya ini sudah rela nyamar, tapi kok kamu malah menjauh dari saya? Memangnya salah ya? Kalau keturunan ningrat seperti saya ini mendapatkan cinta sejatinya?" ~ K.B.R.M.H. Aksara Pandu Diningrat . . . # Cerita ini 100% murni dari imajinasi saya sendiri. Tidak ada sangkut paut dengan pihak manapun. #⚠️Mengandung beberapa kata-kata kasar yang tidak untuk ditiru!! # Dialog dalam cerita ini kebanyakan memakai bahasa Jawa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines