JEJAK LUKA NADINE

JEJAK LUKA NADINE

  • WpView
    LECTURAS 118
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, oct 14, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Jejak Luka Nadine adalah cerita tentang seorang gadis bernama Nadine yang berjuang menghadapi luka-luka fisik dan emosional akibat kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya, Arjuna. Setelah kehilangan ibunya lima tahun yang lalu, Nadine terpaksa tinggal bersama ayahnya yang perlahan berubah menjadi sosok yang kasar dan penuh kemarahan. Dalam ketegangan yang terus meningkat, Nadine merasa terperangkap dalam rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan, namun kini menjadi sumber rasa takut. Dalam upaya untuk melarikan diri, Nadine menemukan tempat aman di rumah sahabatnya, Maya, namun kenyataan tentang luka yang ditinggalkan oleh ayahnya tidak mudah hilang. Setiap langkah yang diambilnya untuk menjauh dari kekerasan fisik dan emosional selalu terhalang oleh rasa bersalah dan cinta yang masih ada dalam dirinya untuk ayahnya. Cerita ini menggali pergulatan batin Nadine yang ingin melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu yang penuh penderitaan, sementara ia berusaha menyembuhkan dirinya dari luka yang lebih dalam dari sekadar yang terlihat. Jejak Luka Nadine adalah sebuah kisah tentang pemulihan, pengampunan, dan pencarian kedamaian di tengah kekerasan keluarga, serta bagaimana seseorang bisa menemukan kekuatan untuk bangkit meskipun dihantui oleh kenangan kelam.
Todos los derechos reservados
#21
nadine
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido