Tidak Adil

Tidak Adil

  • WpView
    LECTURAS 29
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, dic 24, 2024
Tidak semua anak yang melawan orang Tuanya itu baji**an,dia hanya lelah, Cemburu karena sering diperlakukan dan Tidak adil,apa yang ia lakukan selalu Salah dimata Orang tuanya. ✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿ Novel Ini Menceritakan Seorang Anak Yang Dimana Orang Tuanya Pilih Kasih,Cuma Karna Ia Berbeda Dengan Keluarganya. Ia Harus Menerima Semua Luka Yang Ia Dapatkan Dari Ayah Kandungnya. Apapun Masalahnya Orang yang Selalu Disalahkan Adalah Rara,Walaupun Itu Bukan Salahnya. Sedangkan Ara Adik Dari Rara Hanya Bisa Diam Dan Menghibur Sang Kakak, Dan Menyembuhkan Luka-luka Sang Kakak Yang Di Perbuat Oleh Sang Ayah. Bagaimana Nasib Rara Dan Ara Silahkan Dibaca Di Novel Ini.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Terlalu Baik dalam Ruang Kosong
  • ευτυχία
  • Aksara Cinta || ON GOING
  • Cover Me🕊️
  • Arkan Dan Keira
  • Paradise
  • Pelukan Untuk Aira
  • KIRANA
  • Menyerah atau Bertahan?

Kalingga selalu dikenal sebagai anak baik. Senyumnya hangat, tutur katanya lembut, dan ia tak pernah menolak untuk membantu siapa pun. Tapi tak ada yang benar-benar tahu di balik semua kebaikan itu, Kalingga menyimpan luka yang dalam, kesepian yang sunyi, dan kelelahan yang tak terlihat oleh siapa pun. Ia tumbuh sebagai people pleaser, memendam keinginan dan perasaannya sendiri demi diterima, disukai, dan dianggap cukup. Namun saat tekanan batin mulai menggerogoti, tubuhnya pun ikut menyerah. Kalingga didiagnosis mengidap penyakit autoimun, dan untuk pertama kalinya, ia mulai mempertanyakan segalanya mulai dari nilai hidupnya, arti kebahagiaan, dan mengapa kebaikan yang ia beri tak pernah cukup untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Di tengah keputusasaan, sebuah telepon datang membawa kabar yang mengguncang dunianya. Ibunya, yang selama ini dikatakan telah meninggal, ternyata masih hidup. Dari situlah perjalanan Kalingga berubah menjadi pencarian akan kebenaran, jati diri, dan cinta yang selama ini ia cari di tempat-tempat yang salah. Novel ini adalah potret tentang luka-luka yang tak terlihat, tentang keberanian untuk berhenti menyenangkan semua orang, dan tentang cinta tanpa syarat yang terkadang baru ditemukan saat segalanya runtuh. Dan saat semuanya berakhir, satu pertanyaan tetap menggantung apakah Kalingga akan menemukan dirinya yang sesungguhnya, atau justru kembali tenggelam dalam bayang-bayang orang lain?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido