See Right Through Me

See Right Through Me

  • WpView
    LECTURES 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., nov. 23, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Pratama saja sudah disini bahkan sebelum ayah datang." DEG Pratama lagi, pratama lagi. Bisakah sekali saja pria di depannya ini tidak ikut makan malam di luar? "Lagi gak ada latihan mungkin makanya dia bisa se early itu." Katya berusaha tersenyum mendengar ayahnya lagi-lagi lebih mengunggulkan Pratama dari pada dirinya. --- Semenjak Pratama dibiayai kuliahnya oleh ayahnya sendiri, Katya merasa bahwa perhatian ayahnya terlalu fokus kepada Pratama dan melepas Katya terlalu cepat. Katya baru saja mengamali cidera yang membuatnya belum bisa kembali ke era primanya dalam basket. Sedangkan Pratama masih dalam era primanya dan terus saja mengasah kemampuannya, alhasil sang ayah malah fokus kepada Pratama dari pada Katya. Bagaimana Katya menghadapi ini?
Tous Droits Réservés
#13
daddyissues
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Memory Of First Love [Completed] ✓
  • Di culik jodoh
  • MELLIFLUOUS
  • Hey! You! [TRILOGI "YOU" BOOK 1]
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • 2D : Dhea & Darka || END
  • When Love Tempts [END]
  • JEVIN AERA

Ini adalah kisah cinta pertama yang telah terjadi dan memiliki akhir yang gelap. Semua masa lalu yang sudah dikubur dengan susah payah, kini kembali dikehidupannya. Kinanty Alyana. Setelah bertahun-tahun "melarikan diri" akhirnya ia kembali. Kini ia dihadapkan dengan cinta pertamanya yang kelam. Membawa kembali perasaan cinta yang telah ia kubur jauh-jauh. "Kenapa kau tidak bisa melupakanku? Bukankah ini semua memang karena ulahmu yang kekanak-kanakan? Aku tidak bisa menjalankan hubungan ini denganmu, bahkan satu detik pun!" Masih teringat jelas dipikirannya. Kata-kata itu. Rasanya ia berharap bumi menelannya detik itu juga.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu