Keluarga Bayangan

Keluarga Bayangan

  • WpView
    Reads 307
  • WpVote
    Votes 137
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 20, 2024
Di rumah tua yang telah lama ditinggalkan, sesuatu yang tidak biasa terjadi. Suara kecil itu, seperti sebuah keajaiban yang datang tanpa diundang─tawa seorang bayi. Lembut, renyah, tetapi terasa ganjil. Tawa itu seperti melawan kehendak rumah itu, yang selama bertahun-tahun hanya menyimpan kesunyian. Tidak ada yang tahu dari mana bayi itu berasal. Ia hanya ada di sana, seolah-olah dunia memutuskan untuk menitipkannya pada tempat yang salah. Tapi benarkah salah? Atau mungkin, bayi itu datang untuk sesuatu yang lebih besar? Rumah tua itu menyimpan cerita yang mengendap seperti debu di sudut-sudutnya. Jiwa-jiwa yang pernah berdiam di sana telah lama lupa bagaimana rasanya hidup-hingga bayi itu hadir, mengguncang segalanya. Bukan dengan teriakan, tetapi dengan tawa kecil yang menggema seperti denting lonceng pagi. Apa yang bisa dilakukan seorang bayi? Bukankah ia terlalu kecil untuk mengubah dunia? Tapi itulah keajaibannya. Tawa itu seperti embun pertama di ujung daun, kecil namun cukup untuk menggugah kesadaran bahwa hidup, sekeras apa pun, selalu menyimpan harapan di dalamnya.
All Rights Reserved
#399
bayangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • [ON GOING!] Berbisik Ke Bumi
  • Tak punya Ayah, Tapi Aku punya Ibu yang hebat
  • Warisan Gandari
  • Angkasa dan Cerita

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines