Barra Dhia: Redamancy

Barra Dhia: Redamancy

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 16, 2026
"Please, Lun! Pacarin gue," Kalimat itu sudah terlalu sering Barra ucapkan namun hanya dianggap candaan dan angin lalu oleh ponakan sahabatnya sendiri. Luna Galina begitu memesona untuk Barra Dhia. Luna hanya untuk Barra begitu pula sebaliknya. Paling tidak, itu yang Barra percaya.
All Rights Reserved
#30
hendery
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • BarraKilla
  • Gula - Gula
  • Dinda Anastasya [✔️]
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Lautan tak berujung
  • Di ujung Senja (SELESAI)
  • GADIS UNGU KESAYANGAN ARSEN
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Aku Kau Dan Hujan(Tamat)

Masa SMA selalu identik dengan cerita cinta pertama-manis, sederhana, dan penuh harapan. Ayra tahu itu. Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu berharap pada kisah cintanya sendiri. Hingga kehadiran Heksa Albara Davendra perlahan mengubah cara Ayra memandang perasaan. Dari obrolan ringan, kebersamaan sebagai sahabat, hingga rasa nyaman yang tumbuh tanpa disadari, Ayra mulai percaya bahwa hatinya tak salah memilih. Namun, cinta tak selalu datang pada waktu yang tepat. Ketika perasaan semakin dalam, Ayra dihadapkan pada kenyataan yang memaksanya belajar tentang kecewa, menerima, dan arti mencintai tanpa memiliki. Diary Ayra adalah kisah tentang cinta SMA yang sederhana, realistis, dan dekat dengan kehidupan remaja-tentang harapan yang tumbuh, perasaan yang tak selalu berbalas, dan proses pendewasaan diri di usia muda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines