UGAHARI
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 9, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Setiap detik yang dilalui adalah pertempuran yang tak pernah selesai, itulah - hidup, Tentang menerima, yang bukan sekedar membuka ruang di hati, melainkan merangkul keutuhan dirinya, meski tahu kelemahannya mungkin menyakiti, perasaan aman yang selama ini sudah kita susun rapih. Tentang diterima, yang juga bukan sekedar menemukan rengkuh, tetapi juga sebuah hangat yang tak tergantikan, hingga menjadi utuh dengan segala ketidaksempurnaan. Dan tentang dunia, yang mungkin orang lain tak akan pernah temukan, muncul sebuah pertanyaan, hidup ini masih tentang diterima dan menerima-, kan'?
All Rights Reserved
#209
sendu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Untuk Dimas (End) REVISI
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Erlangga
  • The Space Between Us
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • save me
  • You're Here, But Not For Me

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines