Kompas
  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 29, 2025
"kita bisa gk ya?" "pd aja dulu,malunya belakangan" "janji ya kita sukses sama-sama" "aku pergi dulu ya, tunggu aku" "selamat jalan kawan,tunggu kami diatas ya!"
All Rights Reserved
#1
zetta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love After Hate
  • Talk to us, Ducky boy's! | Transmigrasi
  • Diary Transmigrasi Budak Koporat / BL - BXB Boyslove
  • Akang Jenderal [END]
  • I swear, I fell [𝐁𝐋]
  • Natala Arya
  • NITI WADAH: Sang Titisan Barong
  • Lysander Lowell De Villiers
  • MY EX-RIVAL (Lengkap)
  • Redemption [COMPLETED]

Axel membenci Levi lebih dari apa pun. Baginya, Levi adalah alasan kenapa adiknya meninggal. Sejak hari itu, hidup Axel berubah berantakan. Amarah, dendam, dan rasa kehilangan membuatnya terus hidup hanya untuk menyalahkan satu orang: Levi. Dan anehnya, Levi tidak pernah membela diri. Cowok itu tetap diam dengan wajah tenang yang justru semakin membuat Axel muak. Tidak peduli sekeras apa Axel mendorong, menghina, atau melukai dirinya dengan kata-kata tajam, Levi selalu memilih menahan semuanya sendiri. Sampai perlahan, Axel mulai sadar... Ada sesuatu yang disembunyikan Levi. Tatapan kosongnya. Tangan yang sering bergetar diam-diam. Luka-luka yang tidak pernah terlihat orang lain. Dan fakta bahwa Levi ternyata menyimpan trauma yang jauh lebih dalam daripada yang Axel bayangkan. Semakin dekat Axel pada kebenaran, semakin besar rasa takut yang muncul di dalam dirinya. Karena jika Levi bukan pembunuh adiknya... Berarti selama ini Axel telah membenci orang yang salah. Dan mungkin, tanpa sadar, juga menghancurkan seseorang yang sebenarnya sama hancurnya dengan dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines