Di Surakarta

Di Surakarta

  • WpView
    LECTURAS 72
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 8, 2025
~Dalam karya ini aku bercerita sebagai seorang anak perempuan, wanita dewasa, dan harapan orangtua~ "Alih-alih ikhlas dan menerima, secangkir kopi dan dialog singkat sepulang kerja ternyata telah menemukan titiknya," Perkenalkan, namaku Kinanthi Ayu Larasati, boleh kau sapa sebagai Kinan, Kawan. Kata orang, sesuatu yang tumbuh di atas diam dan rasa tidak ingin tahu memang sangat sulit untuk kita terima. Namun, bagaimana jika diam adalah cara terbaik untuk tetap begitu-begitu saja? Ku kira, diam dan bertahan sebagai 'kawan' lebih baik daripada jujur lalu pergi untuk mengikhlaskan, bukan? "Kinan, selalu hubungi ibu kapan saja kamu luang, apapun tentang kamu, ibu pasti selalu dengar,"
Todos los derechos reservados
#122
kala
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END
  • Jangan ingin jadi aku
  • CAPPUCCINO
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Secangkir Kopi Vanilla [Tamat]
  • Dear Rasa [11/END]
  • CINTA MEMBODOHI atau TUHAN MENUNTUN
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Mahligai Sunyi
  • [ COMPLETED] AFTER WORK

Di tengah kepulangan yang tak bisa ditunda dan perasaan yang belum selesai diucapkan, dua orang bertemu untuk terakhir kalinya. Mereka duduk di sudut kedai favorit mereka, berbagi cerita dalam diam, tertawa kecil atas kenangan-kenangan lama, dan menyesap kopi yang rasanya lebih pahit dari biasanya-karena diseduh dengan perasaan yang tak ingin berpisah. Cerita ini bukan tentang cinta yang besar atau konflik yang dramatis, melainkan tentang hal-hal kecil yang sering kali paling membekas: tatapan terakhir, kalimat yang tertahan, dan secangkir kopi yang jadi pengantar seseorang untuk pergi-mungkin untuk selamanya, atau hanya sementara. --- Tema Cerita: Perpisahan dan penerimaan Kenangan yang membekas Kehangatan dalam hal sederhana Emosi yang tak selalu diucapkan "Secangkir Kopi Sebelum Pulang" adalah sebuah cerita bernuansa slice of life yang hangat sekaligus sendu, menggambarkan momen perpisahan yang sederhana namun penuh makna. Cerita ini sering kali dibalut dengan latar suasana sore menjelang senja, di sebuah kedai kopi kecil yang menjadi saksi bisu pertemuan terakhir dua insan yang pernah saling berarti.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido