Aku selalu percaya, kota-kota kecil punya cara tersendiri untuk menyimpan rahasia. Bukan karena jalanannya sempit atau orang-orangnya terlalu sibuk mengurusi hidup orang lain-tapi karena tak ada tempat untuk melarikan diri selain ke dalam diri sendiri. Di kota ini, cinta seringkali tidak disuarakan. Ia tumbuh diam-diam di bangku taman yang menghadap pertokoan tua. Ia menggantung di langit sore Jalan Dhoho, bersama aroma kopi dan suara motor yang tak pernah berhenti. Ia singgah di antara pesan-pesan yang tak pernah terkirim, dan pertemuan-pertemuan yang terlalu cepat berakhir. Aku dan dia-kami adalah bagian dari diam itu. Tak pernah benar-benar mengakui, tapi terlalu dalam untuk disebut hanya "teman". Lalu waktu mencuri semua hal yang tak sempat kami perjuangkan. Dan seperti kebanyakan cerita di kota ini, kami berakhir tanpa gaduh. Tanpa drama. Tanpa suara. Hanya sunyi yang tetap tinggal. Dan kenangan yang pelan-pelan berubah menjadi luka.
Plus d’Infos