Di Surakarta

Di Surakarta

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 8, 2025
~Dalam karya ini aku bercerita sebagai seorang anak perempuan, wanita dewasa, dan harapan orangtua~ "Alih-alih ikhlas dan menerima, secangkir kopi dan dialog singkat sepulang kerja ternyata telah menemukan titiknya," Perkenalkan, namaku Kinanthi Ayu Larasati, boleh kau sapa sebagai Kinan, Kawan. Kata orang, sesuatu yang tumbuh di atas diam dan rasa tidak ingin tahu memang sangat sulit untuk kita terima. Namun, bagaimana jika diam adalah cara terbaik untuk tetap begitu-begitu saja? Ku kira, diam dan bertahan sebagai 'kawan' lebih baik daripada jujur lalu pergi untuk mengikhlaskan, bukan? "Kinan, selalu hubungi ibu kapan saja kamu luang, apapun tentang kamu, ibu pasti selalu dengar,"
All Rights Reserved
#447
waktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Secangkir Kopi Vanilla [Tamat]
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • DIKANESHA
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • CINTA MEMBODOHI atau TUHAN MENUNTUN
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Dear Rasa [11/END]
  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines