You Will Die

You Will Die

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 15, 2024
"Kau akan merasakan sakit yang kau timbulkan padaku!" Apapun yang terjadi, dia siap untuk melawan. Ia tahu bahwa jalan yang dipilihnya berbahaya, tetapi dia tidak peduli. Dalam hatinya, ia yakin, balas dendam adalah satu-satunya cara untuk menghormati ibunya yang telah pergi. Dan di saat itu, di tengah malam yang sunyi, sebuah perjalanan baru dimulai. Perjalanan yang akan menuntunnya ke dalam kegelapan, tetapi juga ke dalam kekuatan yang dia tidak pernah tahu ada dalam dirinya. Dalam keinginan untuk membalas dendam, Rachel Corner siap menghadapi segala rintangan yang menghadang, dan tak akan ada yang bisa menghentikannya kali ini.
All Rights Reserved
#562
pembalasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Curse Of Mahana (End)
  • Pembalasanku (Harem BL)
  • Enter into the kingdom novel
  • Refeel [On Going]
  • The Crown Prince And The Little Healer
  • Raven: A Vengeful Echo No God Erases
  • Villainess Illusion
  • "Bayangan Sang Maha: Kebangkitan yang Terlarang"
  • The Exiled Queen (TAMAT) √

"Dengar wahai bangsa manusia. Aku Jhoan Nieve Diavolo, Raja dari kaum Mahana, penguasa kegelapan. Mengutuk bangsamu, kehancuran akan menimpa dunia, kelak keturunanku akan lahir di tengah-tengah kalian. Merekalah yang akan membalaskan dendam atas penghinaan ini!" Dengan kibasan sayap yang memenuhi hampir seluruh langit di atas kepala bangsa manusia yang berkumpul untuk mengusir kaum minoritas dari keramaian tempat tinggal mereka, sang penguasa malam menyerukan kemurkaannya, membuat gemuruh petir berkilat mencekam. "Kutanamkan kebencian di setiap sudut hatinya, serta kemurkaan. kucabut seluruh perasaan dan emosi darinya, menjadikan ia layaknya monster untuk pembalasan bangsa kami, atas segala hal yang telah kami korbankan untuk menjaga keseimbangan. Kalian yang telah lama kami jaga, pada akhirnya menodongkan senjata tanpa tahu malu. Sekarang rasakanlah kemurkaan yang sekarang kami timpakan." sang pangeran kegelapan ikut menyerukan amarahnya, mengayunkan pedang emasnya pada langit dengan kilat merah menyala dari ujung pedang tersebut. Kekecewaan menikam, merajam bahkan mempermalukan dirinya. Sungguh, kemurkaan saja tidak cukup. Kutukan bangsa Mahana memberikan mimpi buruk bertahun-tahun silam, kengerian di hari itu tidak ada satu pun yang melupakan. mereka yang melihat dapat selalu merasakan ketakutan itu, tak terelakkan kekacauan di dunia muncul. meski kaum kegelapan telah menghilang tanpa jejak, tak bersisa satu pun petunjuk di mana mereka tinggal, seolah lenyap dari permukaan bumi atau menghilang dari galaxy. namun, yang mereka tinggalkan tidak juga ikut tersapu oleh ketidak beradaan mereka. 10 Juli 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines