Jenggala: Please hug me [END]

Jenggala: Please hug me [END]

  • WpView
    Reads 2,674
  • WpVote
    Votes 247
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 10, 2025
Author's Note ⚠️ Cerita ini murni hasil imajinasi dan karya asli penulis. Ditulis dengan waktu, tenaga, dan perasaan. ⚠️ DILARANG KERAS menyalin, menjiplak, mengklaim, atau mempublikasikan ulang sebagian maupun seluruh isi cerita ini ke platform mana pun tanpa izin penulis. Plagiarisme adalah tindakan tidak terpuji dan dapat ditindak sesuai aturan yang berlaku. Untuk para pembaca, mohon bijak dalam membaca. Hormati karya, penulis, dan sesama pembaca. Gunakan bahasa yang sopan di kolom komentar, tidak menyebarkan kebencian, tidak memaksakan opini, dan tidak membawa isu sensitif secara berlebihan. Jika ada kritik atau saran, silakan disampaikan dengan bahasa yang santun dan membangun. Terima kasih sudah membaca dan menghargai karya ini ✨ __________________ "Tolong biarkan aku hidup tenang. Sehari saja." Kalimat itu tertulis di buku harian Jenggala, tanpa tanda seru, tanpa tangis. Terlalu lelah untuk berteriak, terlalu terbiasa untuk berharap. Jenggala hidup, tapi tidak benar-benar menjalani hidup. Hari-harinya dipenuhi suara yang melukai, tangan yang tak pernah ramah, dan luka yang dipaksa sembuh sebelum sempat bernapas. Ia tak meminta bahagia-ia tahu itu kemewahan. Ia hanya ingin satu hari tanpa rasa takut, tanpa bentakan yang datang lebih dulu dari pagi, tanpa sakit yang harus ditelan diam-diam. Namun dunia seolah menolak permintaannya. Tenang adalah hal yang selalu luput, seperti cahaya yang sengaja dipadamkan setiap kali ia mencoba mendekat. Senyum pun menjadi barang asing, sesuatu yang pernah ada, tapi kini tak lagi ia kenali. "Senyuman lo terlalu mahal, kak," ucap Aruna pelan. "Saking mahalnya... gue gak pernah lihat lo senyum." Jenggala tak menjawab. Karena ada luka yang tak bisa dijelaskan dengan kata- dan ada hidup yang terlalu menyakitkan untuk sekadar tersenyum.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Waktu?
  • TERSENYUMLAH
  • DeKaNa (END)
  • ANTARA KITA
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Ardan [TERBIT]
  • Imperfect Me
  •  ANATHA
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Angkasa (Forget Me Not)
Waktu?

Ini bukan kisah cinta biasa. Bukan kisah yang hanya menyayat hati dan melibatkan rasa. Ini adalah kisah cinta yang indah- namun perlahan, terkikis oleh waktu. Ayara. Gadis penyimpan seribu luka. Ia berjuang demi cinta, tapi terjebak dalam teror dari sosok yang tak dikenal. Di mata dunia, ia baik. Lembut. Hangat. Tapi dibalik senyumnya, tersembunyi rahasia besar- yang tak seorang pun tahu. Perhatikan! Setiap tindakan adalah pintu. Setiap kalimat adalah kunci. Jika kamu gagal memahami... maka jangan pernah berharap bisa mengerti. Karena cinta yang tak terpecahkan... bisa berubah jadi jebakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines