Happy Hours?

Happy Hours?

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 11, 2024
Aku aslinya adalah orang yang periang, aktif, humoris, suka menggali hal-hal baru, suka jalan-jalan, dan suka membuat video aktivitas ketika jalan-jalan untuk disimpan dan di kenang di masa mendatang. Sampai suatu saat ada seorang lelaki yang memikat hatiku di awal perkuliahan ku.... Disclaimer, cerita ini mungkin lebih banyak teks cerita dari pada dialog nya. Oke, mungkin kita bisa kembali ke masa lalu, untuk melihat kehidupanku yang sangat indah di awal perkuliahanku. Mungkin beberapa pembaca ada yang relate dengan kisah ini, atau mungkin tidak, atau ada yang punya teman dengan kisah sepertiku, atau mungkin ada teman-temanku ku yang baca hahaha... Jangan berekspetasi apa-apa
All Rights Reserved
#23
fathir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • As Possible
  • DISA | broken
  • My Perfect Senior [Completed]
  • Pulih (Sekuel Shila) [END]
  • GRIZELLE [Completed]
  • BONANZA [Completed]
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • THE BADBOY [TAMAT: PART LENGKAP]
  • BAD GOOD FATHER (END)

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines