Sadha Nirankara

Sadha Nirankara

  • WpView
    Reads 423
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 1, 2024
Mari singgah. Tuang sendiri hidangan yang ada. Duduk rapi dan dengarkan bagaimana Bumi mulai berceloteh tentang adiknya yang takut manusia itu.
All Rights Reserved
#164
sickstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • antar pulau -End-
  • AL WILL BE OKAY
  • The Good Bad Brother✔️
  • RAMA✔️  [TAMAT]
  • Before 180 Days ✓
  • The Life Beat
  • just family? -End-
  • One Soul, Two Bodies

"Ini.. itu.. seharusnya.. " "Papa ngomong apa sih pa? Alkan nggak paham, coba pake bahasa manusia. " 'plakk!' Liam menjitak kepala anaknya yang kadang kiding itu. "Seharusnya ada banyak barang mahal disini, ada guci marmer sama meja kayu jati. Terus.. lukisan yang papa beli dari Paris.. hilang semua. " "Ha?" ~~~ 'Brakk!! ' "Terima kasih sudah menjual barang ke kami kak, senang berbisnis dengan anda." Harun mengangguk senang. "Simpen nomor saya ya kak, jangan lupa!" ⚠️ Dilarang Plagiat ⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines