Last Sunset in Port Miami

Last Sunset in Port Miami

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 14, 2024
"Meskipun Hinata sudah mengenal Regan hampir lima tahun lamanya, ia merasa seolah belum benar-benar tahu siapa pria itu. Regan yang ia kenal adalah sosok yang tegas, berprinsip, dan selalu penuh keyakinan. Namun, di balik itu semua, ada sesuatu yang tersembunyi - sebuah ketidakpastian yang selalu menggelayuti hubungan mereka. Suatu hari, saat mereka berdua berada di kantor kedutaan untuk mengurus visa AS, Regan berbicara tentang hidupnya. 'Aku punya tiga pilihan hidup,' katanya, dengan tatapan yang serius, hampir seperti sebuah janji yang harus ditepati. 'Pertama, menjadi navigator handal di kapal pesiar internasional terbesar, dan menjadi orang Indonesia pertama yang mencapai posisi itu. Kedua, hidup di darat, menikah, punya keluarga kecil yang bahagia. Ketiga, hidup mengelana, tinggal di luar negeri selamanya.' Hinata mendengarkan, terpesona sekaligus bingung. Regan, yang begitu idealis, selalu tampak seperti seorang pria yang memiliki semua jawaban tentang masa depannya. Namun, apakah Hinata benar-benar memahami apa arti pilihan-pilihan itu bagi Regan? Ataukah mungkin, tanpa ia sadari, Regan juga sedang berjuang mencari jawabannya sendiri?" "Menjadi navigator handal di kapal pesiar internasional terbesar... Aku sudah hampir mencapainya, tapi aku tahu, itu akan mengorbankan banyak hal. Apakah aku siap kehilangan semuanya demi itu? Keluarga, teman, dan juga .... Hinata."
All Rights Reserved
#894
cemburu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menepilah Cinta
  • This City
  • Hening Dalam Luka
  • One Day Before Marriage [END]
  • Turun Ranjang
  • ANNOYING KOMANDAN {END} ✓
  • in verso aeternaria
  • Di culik jodoh
  • Marry My Husband
  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]

Seketika, tubuh Sam terasa sangat ringan, ruhnya seolah-olah melayang perlahan terangkat oleh baling - baling seperti milik doraemon, sejenak meninggalkan jasadnya yang tiba-tiba kaku. Beasiswa? Jepang? Tinggal disana berapa lama? Dengan siapa Nisa nanti disana? Bagaimanakah keamanan di sana? Siapa yang akan menjaganya? Ah, Sam sendiri tidak tahu apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di kepalanya. Antara bangga dan khawatir, antara terharu dan sedih bila harus berpisah dari gadis ayu di depannya saat ini. Bukankah Jepang itu negara asing, baik bagi Sam atau Nisa sendiri. Jepang bukan daerah yang bisa ditempuh dengan kereta, mobil, bis, angkot, ojek atau taxi online, bahkan sepeda ontel, yang biasanya Sam naiki saat Ayah Nisa memintanya mengantar buku atau bekal Nisa, apabila ketinggalan, ke sekolah. Jepang itu negeri asing yang berbeda segalanya dengan kehidupan Nisa di sini. Negeri yang tak Sam kenal, terutama masalah keamanannya, makanannya, orang-orangnya. Apakah Nisa akan aman tinggal disana? Makanannya? Amankah sholat di sana? Apakah .... "Pak Sam... Pak Sam... Hellooow,,, Yuhuu" Nisa melambaikan tangannya membuyarkan lamunan Sam. Raut wajah cantiknya berubah menjadi cemas ketika melihat Sam mendadak pucat. Ruh Sam yang sempat terlepas, kembali ke jasadnya semula. "Hm... Jadi bengong gitu. Kenapa? Pak Sam ga seneng ya Nisa ke Jepang?" Tanya Nisa dengan nada sedih. Matanya mendadak sayu, senyumnya hilang. "Oh... Pak Sam seneng kok mbak. Pak Sam malah bangga kalo mbak Nisa bisa ke Jepang" "Alhamdulillah, gitu dong Pak Sam. Setelah ayah dan ibu, Support Pak Sam lah, yang selama ini selalu menyemangati Nisa." Nisa kembali ceria, sumringah menunjukkan senyum lebar. Ah, senyum itu... senyum yang sama yang dimiliki kekasih hatinya. Kekasih hati yang telah terpatri di hati Sam selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines