Abandoned Laboratory

Abandoned Laboratory

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 12, 2024
"DILARANG MASUK!" Kau tidak seharusnya memasuki tempat seperti ini. Apakah kau menyesal sekarang? Bagaimana kau akan keluar dari sini? "Selamat datang di Ankeos, Cali Rose." ©SweetAppleP9, ORIGINAL STORY Perhatian : cerita ini belum selesai dan masih mengalami banyak revisi. Episode yang sudah dipublish belum tentu sudah selesai hingga tertulis "bersambung". Mohon bersabar menunggu. Diharapkan memahami bahwa cerita ini mengandung unsur dewasa yang didominasi kekerasan. Selamat membaca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • Crazy Without You
  • The Heart of a Beast (COMPLETED)
  • Titik Temu | TAMAT ✔️
  • TARTARUS (END)
  • Love But Psycho [END]
  • 14 Maret Untuk Kalea
  • Stairway To Heaven

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines