Tujuh anak laki-laki tinggal di sebuah rumah yang bagi mereka lebih menyerupai neraka. Di sana, cinta hanyalah ilusi. Yang ada hanyalah pukulan, makian, dan luka yang tak terlihat siapa pun. Di sekolah, mereka dibenci. Di rumah, mereka dihancurkan. Satu-satunya pelukan yang mereka kenal adalah pelukan dari saudara mereka sendiri-karena hanya mereka yang tahu rasanya bertahan hidup tanpa pernah benar-benar hidup. Hingga satu per satu mulai menghilang. Entah karena menyerah... atau karena dipaksa pergi oleh keadaan. Cerita ini bukan tentang keluarga yang bahagia. Tapi tentang tujuh anak laki-laki yang mencoba mencintai... meski tak pernah dicintai. Dan tentang bagaimana mereka belajar melepaskan... ketika langit pun seolah tak pernah mau mendengar.
More details