Perjalanan Panjangku |

Perjalanan Panjangku |

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 27, 2025
Rumah itu masih berdiri, tapi di dalamnya... sesuatu telah runtuh. Tak ada lagi tawa, hanya sunyi yang menempel di dinding seperti debu. Seorang anak laki-laki tumbuh di tengah pertengkaran yang perlahan berubah menjadi keheningan-jenis sepi yang bisa membunuh perlahan. Namun ketika suara-suara dari masa lalu mulai berbisik, ia menyadari satu hal: tidak semua yang pergi benar-benar hilang. Beberapa tetap tinggal-sebagai kenangan, sebagai luka, atau mungkin sebagai bayangan yang tak pernah mau benar-benar pergi. Reruntuhan Rumah adalah perjalanan menyakitkan sekaligus indah tentang kehilangan, ingatan, dan keberanian untuk hidup setelah segalanya hancur
All Rights Reserved
#524
mentalhealt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Seorang Anak Broken Home
  • Broken Home (Completed)
  • LUKA-LARA-BAHAGIA[SALMA&RONY]
  • Tikungunya
  • Unseen Bonds
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • A-SA..HARS-A(END)

Catatan Seorang Anak Broken Home adalah perjalanan sunyi seorang anak lelaki yang tumbuh dalam rumah yang retak, namun hatinya tak pernah sepenuhnya hancur. Cerita ini bukan sekadar cerita tentang perceraian orang tua-tapi tentang kehilangan yang tidak langsung, luka yang tidak berdarah, dan proses bertumbuh yang tidak pernah diajarkan. Adie menuliskan pengalamannya dengan jujur, dari kenangan masa kecil yang hangat bersama pengasuh tercintanya, Mbak Mien, hingga dentuman perlahan yang menandai retaknya rumah tangga orang tuanya. Dalam bab-bab yang menggugah, ia menggali luka, marah, rindu, hingga akhirnya belajar memaafkan-meski tidak sepenuhnya sembuh. Ini adalah surat panjang dari seorang anak kepada masa kecilnya. Kepada orang tua yang pergi. Kepada dirinya sendiri yang dulu bertahan. Dan kepada kamu-yang mungkin juga pernah merasa patah, namun tetap memilih untuk melanjutkan hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines