Cakrawangsa

Cakrawangsa

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2024
Menjadi bagian dari keluarga kaya raya tak membuat hidup seorang laki laki tampan bernama Manggala Pandu Cakrawangsa bahagia. Di balik sikapnya yang acuh, dingin, dan kaku, banyak sekali penderitaan yang ia sembunyikan. Ribuan rasa sakit yang ia pendam sekian lama membuat laki - laki itu membulatkan tekat untuk balas dendam. Ia tak gentar untuk menyakiti siapapun yang menjadi penghalang tujuannya, termasuk keluarga atau bahkan seseorang yang ia sayangi sekali pun. "Aku tak pernah memintamu menaruh harap padaku, sebab aku tak akan bertanggung jawab atas rasa sakit yang kau terima karenaku." -Manggala
All Rights Reserved
#7
manggala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Regan dan Cintanya [END]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • H A T E(END)
  • Set Me Free 'ORINE°
  • 3.478 MDPL, Menapaki Cinta Di Lereng Harapan
  • ARTEMIS
  • Berikan Aku Rumah [Revisi Alur]
  •  ANATHA
  • My Sugar Baby (END) ✅

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines