Vittoria Svana

Vittoria Svana

  • WpView
    Reads 194,878
  • WpVote
    Votes 29,694
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2026
[[SEKUEL DIAMBIL DARI ALTERNATIF ENDING THHLI]] Sejak berusia lima belas tahun, Vittoria Svana berhenti hidup untuk dirinya sendiri. Dia berhenti berpikir tentang apa yang penting dalam dirinya. Karena memang..., tidak ada. Tori mulai mengatur ulang prioritas hidupnya karena ada kehidupan lain yang lebih penting, yang harus dia utamakan. Hidup seorang Hanggara Kallias. Segalanya tentang laki-laki itu-tawanya, langkahnya, bahkan diamnya-menjadi hal pertama yang harus ia jaga. Karena tampaknya, laki-laki itu selalu membuat khawatir orang tuanya, Hanggara Nareno dan Kinanti Hanggara-dua orang paling berjasa di hidup Tori. Sebab tanpa mereka berdua, Tori mungkin sudah lenyap bersama dunia yang pernah runtuh di bawah kakinya. Sejak saat itu, rasa terima kasih berubah menjadi belenggu. Balas budi menjelma takdir, dan Tori rela melakukan apa pun untuk keluarga Hanggara-segala hal, tanpa syarat. Karena pada akhirnya, apa lagi yang bisa ia jaga dari hidupnya sendiri selain hidup untuk membalas budi? Tidak ada. Tidak pernah ada. *** [1225]
All Rights Reserved
#45
hurt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BOSS IN MY RED ROOM
  • Veil of Stardust (COMPLETED)
  • Better Get Divorced
  • TRIPLET SERIES [2] : No More Wishes [COMPLETED]
  • Ashes Of Us
  • Penaklukan [END]
  • Loom
  • You and Me, Flutter
  • Sweet Talker, Heartbreaker
  • TANPA SYARAT.

Kupikir pengganti Chief Financial Officer tak jauh beda dari Bapak Aldy. Berusia kurang lebih 50 tahun dan lebih suka sekretarisnya berbau minyak aromaterapi. Realita menjungkirbalik prediksiku karena CFO baru itu masih berusia 34 tahun dan lebih suka sekretarisnya berbau Bombshell Intense dari Victoria's secret. Pak Dirga-CFO baru, menatap lama pada wajahku sebelum akhirnya mengucapkan kalimat yang membuat jantungku merosot sampai mata kaki. "Rasanya familiar sama muka kamu. Apa kita pernah ketemu?" ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines