Langit yang Selalu Ada

Langit yang Selalu Ada

  • WpView
    Membaca 43
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Nov 18, 2024
WpInfo
Non-fiksi
Pernahkah terpikirkan untuk mengucapkan terima kasih kepada sosok yang jarang muncul dalam hidupmu, tetapi sangat penting dalam perjalananmu? Tentu saja. Ia adalah sosok tanpa tanda jasa yang bekerja keras di tengah gemuruh angin. Bahkan ketika badai menerpa, ia tak akan pernah menyerah. Betapa kuatnya ia! Sosok itu tak pernah sekalipun memperlihatkan tangis atau kelelahan di hadapanku. Hatinya bagaikan baja; meski dikritik dan dihina, ia tetap tegak berjuang. Di balik senyumnya yang tenang, tersembunyi ribuan kisah pengorbanan yang tak pernah terucap. Setiap langkahnya adalah bukti nyata bahwa cinta dan ketulusan tidak memerlukan pengakuan. Ia mengajarkan arti keteguhan hati dan bagaimana menerima segala cobaan dengan sabar. Dalam setiap detik yang berlalu, ia selalu ada, meski kadang aku lupa untuk menghargainya. Kini, saat kenangan itu kembali berputar dalam pikiranku, aku menyadari betapa berharganya sosok itu. Dengan segala pengorbanan dan harapan yang tertanam dalam setiap detak jantungku, aku ingin menyampaikan sesuatu yang selama ini terpendam-terima kasih untuk semua yang kau lakukan, meski seringkali tak terucapkan. Karena di antara semua perjuangan, ada keindahan yang tercipta dari cinta yang tulus.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#61
kisahperjuangan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Behind the Silence
  • flashback~
  • Garis Singgung
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Tertulis Dalam Doa
  • ANTARA DOA DAN RASA

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan