semicolon

semicolon

  • WpView
    Reads 1,116
  • WpVote
    Votes 932
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 18, 2024
Kali ini aku bertanya pada dunia, bisakah aku bertemu peluk yang bisa aku rasakan?sebuah dekapan hangat menenangkan dari orang yang ku anggap rumah?akan adakah rumah lagi setelah aku benar benar kehilangan rumahku?bisakah aku kembali melihat indahnya dunia setelah lamanya aku terduduk di sudut kegelapan?. Apakah hanya akan ada angan yang manis saat aku terpejam?bisakah aku merawat lukaku sendiri tanpa adanya ayah dan ibu? Kali ini aku akan bercerita bagaimana aku hidup di awal dunia baru yang kupijak tanpa kehadiran orang orang hebat disampingku. Dia mana aku selalu gagal, merasa sendiri bahkan ketika berada dalam keramaian, selalu merasa terpojok padahal orang orang disekitarku justru sering membantuku dalam situasi apapun.
All Rights Reserved
#9
semicolon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Your Home [COMPLETE]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Ketika Waktu Bersamamu
  • Menyerah atau Bertahan?
  • »The Love Behind Secrets!
  • Kesedihan [SELESAI]
  • I Love You
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines