semicolon

semicolon

  • WpView
    Membaca 1,116
  • WpVote
    Vote 932
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Des 18, 2024
Kali ini aku bertanya pada dunia, bisakah aku bertemu peluk yang bisa aku rasakan?sebuah dekapan hangat menenangkan dari orang yang ku anggap rumah?akan adakah rumah lagi setelah aku benar benar kehilangan rumahku?bisakah aku kembali melihat indahnya dunia setelah lamanya aku terduduk di sudut kegelapan?. Apakah hanya akan ada angan yang manis saat aku terpejam?bisakah aku merawat lukaku sendiri tanpa adanya ayah dan ibu? Kali ini aku akan bercerita bagaimana aku hidup di awal dunia baru yang kupijak tanpa kehadiran orang orang hebat disampingku. Dia mana aku selalu gagal, merasa sendiri bahkan ketika berada dalam keramaian, selalu merasa terpojok padahal orang orang disekitarku justru sering membantuku dalam situasi apapun.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#15
semicolon
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Your Home [COMPLETE]
  • I'm Alessa
  • Slow Days (FIN)
  • »The Love Behind Secrets!
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Kesedihan [SELESAI]
  • l'm Fine :) [ON GOING]

"I miss the old you, about home." ____ Mereka selalu berkata tidak ada tempat yang jauh lebih baik dibandingkan rumah, hanya berada di rumah kamu bisa menjadi dirimu yang sesungguhnya tanpa harus mengenakan topeng yang begitu banyak. Namun tidak bagi seorang Radin Anggana. Murid baru dengan pandangan teduhnya yang selalu saja berkutat dengan perasaan dan pikirannya. Rumah baginya bukanlah tempat yang menyenangkan, melainkan suatu tempat yang selalu menyimpan memori menyakitkan. Ya, hingga dirinya dipertemukan dengan tiga orang di dalam hidupnya. Seorang gadis dengan sayatan di lengannya, lalu laki-laki yang selalu menatapnya sinis, dan laki-laki yang tidak bisa hidup sendiri. ____ "Gue pengen pulang dalam artian yang sesungguhnya, bukan seperti ini." -Radin Anggana- "Pulang ke rumah bagi gue itu adalah hal paling mengerikan, sama seperti halnya hidup dalam kesendirian dan kegelapan." -Dhei Pradipta- "Jika orang yang kesepian dikumpul menjadi satu, apa mungkin mereka tidak lagi merasa kesepian?" -Dimas Rayana- "Kalianlah alasanku untuk pulang. Seandainya suatu hari nanti kita pergi dan tidak saling bertemu satu sama lain lagi, setidaknya aku tidak akan pernah menyesal pernah mengukir kenangan itu di dalam memori" -Rein Yashiaka- _____ #928 fiksi remaja (01.03.20) #783 fiksi remaja (06.05.20)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan