Story cover for Lull | SIN by Tjiens
Lull | SIN
  • WpView
    Reads 1,697
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 21
  • WpView
    Reads 1,697
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 21
Ongoing, First published Nov 13, 2024
Mature
if you've found your way to this page, let me say it clearly: welcom ♡
 
think of this as my diary, left half-open on purpose.
its ink still warm, its words a little shy, but honest in the way only dawn can be.

this is my small, quiet world. 
a place where love is gentle, where hearts meet in whispers, and every breath carries a touch of warmth.

i don't offer summaries. only the feeling of two souls drifting closer, again and again, in the soft light of a morning that refuses to let them go.

so read slowly.. feel everything.. let the warmth stay with you long after the page ends.



-Tjiens.
All Rights Reserved
Sign up to add Lull | SIN to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
[ END ] A story about my son and him by LordJoongie84
14 parts Complete Mature
"Pernahkah Eomma tak menuruti apa yang kau inginkan Jaehyunie?" "Eomma!" "Eomma kecewa, teramat sangat kecewa. Tapi... hhhh... eomma tak akan menyalahkanmu. Apa yang terjadi padamu semua karena salah..." "Aku yang salah eomma. Bukan eomma... hiks... hiks... Eomma...!" Tubuh kecil itu kini sudah memeluk erat tubuh Baekhyun, menangis keras diceruk leher perempuan yang sudah melahirkannya itu. Bukan, bukan yang seperti ini yang diinginkan dari sikap yang diambil ibunya. Dia berharap ibunya memarahinya atau bahkan mungkin memukulnya seperti kebanyakan orangtua diluar sana, yang ketika anaknya melakukan kesalahan maka mereka tak segan melayangkan pukulan. Sangat berbeda dengannya tentu saja. Ketika dia melakukan sebuah kesalahan, entah itu besar atau kecil, maka ibunya hanya akan menangis dan menyalahkan dirinya sendiri. Bukan menyalahkan dia yang adalah pelaku kesalahan itu. Jaehyun bukan tak menyadari perbuatannya, dia tahu dan dia sadar tindakannya memukul temannya adalah salah. Tapi dia tak bisa tinggal diam ketika temannya mengolok-olok dia, dia punya ayah meski ayahnya tak lagi bersama dengannya. Jadi jangan salahkan dia kalau pada akhirnya temannya itu berakhir di rumah sakit. "Baek-ah! Aku rasa kau perlu bicara dengan Junmyeon oppa." lirih Kyungsoo, tunangan Kim Jongin itu terlihat ragu mengemukakan pendapatnya. "Tak perlu Kyungie-a." sahut Baekhyunlemah, dapat dirasakannya pelukan Jaehyun semakin erat di lehernya. "Dia ayah Jaehyun, dia seharusnya juga ikut bertanggungjawab atas semua tindakan Jaehyun. Dia harus tahu putranya tumbuh seperti apa?" "Seperti apa? Jaehyun anak yang baik Kyungie-ah!" nada suara Baekhyun meninggi tanpa disangka-sangka. "Anak yang baik tak mungkin menciderai temannya!" "Do Kyungsoo!"
You may also like
Slide 1 of 10
[TAMAT] Violathan: The Male Lead Doesn't Know I'm Pregnant with His Baby cover
𝐉𝐀𝐍𝐃𝐀 𝐏𝐄𝐑𝐀𝐖𝐀𝐍??  cover
MAS AGUS TETANGGA cover
[VMIN] FRIENDS? BROTHERS? OR BOYFRIENDS!! [END] cover
Haechan Harem 02  cover
[ END ] A story about my son and him cover
Change The Plot (Niel)   cover
SasuHina - Rival Sejatiku cover
Step Brothers (2) cover
Her Island [Jikook] cover

[TAMAT] Violathan: The Male Lead Doesn't Know I'm Pregnant with His Baby

56 parts Complete

Gimana rasanya hamil anak tokoh utama pria di buku novel, padahal kamu sendiri bukan tokoh utama wanitanya? Viola tentu tidak pernah menduga dirinya akan terjebak dalam skenario konyol itu. Malam yang seharusnya membuat hidupnya hancur ia rapikan dengan teliti. Tidak ada jejak, tidak ada bukti. Sang tokoh utama pria, Ethan, bahkan mengira semua itu hanyalah mimpi. Namun ada satu hal yang tak bisa ia hapus: bayi yang kini tumbuh dalam perutnya. Viola bertekad menjadi single mother. Jauh dari skenario yang memaksanya menjadi tokoh wanita kedua bernasib tragis. Tapi ketika takdir menyeretnya kembali ke sisi Ethan, semuanya berubah. Ethan melihat Viola bukan sebagai beban, melainkan asisten paling profesional yang pernah dimilikinya. Dan ketika ia tahu Viola hamil, keputusannya bulat. "Kalau begitu, kita menikah. Anak itu... akan kuanggap anakku." Masalahnya, Ethan sama sekali tidak tahu. Anak itu memang benar-benar darah dagingnya.