BINAR ANTARIKSA

BINAR ANTARIKSA

  • WpView
    Reads 514
  • WpVote
    Votes 194
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 31, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dibalik senyuman manis yang termaktub tersimpan luka yang amat pahit, dibalik tawanya yang terdengar tersembunyi lara yang mendalam. Dengan memalsukan perasaannya yang sebenarnya seorang Qiana Rahima Alishba menjalani hidupnya dengan penuh semangat, tak peduli seberapa sulitnya rintangan yang akan ia hadapi ia akan tetap tersenyum meskipun hatinya sulit untuk di ajak berkompromi. Luka yang di awali oleh peristiwa mengerikan yang merengang nyawa seseorang, kejadian petang yang telah mengawali penderitaan... "Jikalau aku tahu bahwa itu adalah pelukan terakhir dari kalian, maka aku ingin mengulang untuk memeluk kalian lebih lama" -Qiana Rahima Alishba "Tangisan langit saja bisa mereda, maka suatu kemungkinan bukan bila derita mu, akan berakhir itu nyata."-Binar Antariksa (Sinar di ruang hampa) "Tetapi barangsiapa yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia" (QS. Asy-Syura: 43) CERITA INI BERASAL DARI FIKIRAN SAYA SENDIRI, JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH, DAN LATAR ITU KARENA KETIDAK SENGAJAAN
All Rights Reserved
#6
binar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Bayang Asa
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Benalu [Terbit]
  • Sudut Luka Nazea
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • I Became The Antagonist
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • Silence In Their Minds

Di balik senyumnya, ada luka yang tak terlihat. Di balik tatapan kosongnya, ada cerita yang tak pernah ia bagikan. 𝗔𝘀𝗮𝗹𝘂𝗻𝗵𝗮𝗿𝗮 𝗔𝘁𝗵𝗲𝗮 𝗗𝗲𝘃𝗮𝗿𝗮-gadis yang terbiasa hidup dalam bayang-bayang, menciptakan dinding tinggi agar dunia tak menyentuhnya terlalu dalam. Baginya, hidup bukan tentang bahagia. Hidup adalah tentang bertahan, menelan pilu yang terus menggerogoti, dan tetap berdiri meski hatinya hancur berkali-kali. Ia lelah, tapi tak ada tempat untuk menyerah. Sampai seseorang datang, menawarkan sesuatu yang tak pernah ia percaya-kehangatan. Namun, apakah hangat itu nyata? Ataukah hanya ilusi yang akan menghilang begitu saja, seperti embun di pagi hari? Ketika masa lalu kembali mengetuk, ketika luka lama kembali terbuka, dan ketika rahasia mulai terkuak-Asa harus memilih. Bertahan dalam gelap yang telah lama menjadi rumahnya, atau mengambil risiko untuk mencari cahaya. °•°•°•°•° Tapi... bagaimana jika cahaya itu juga menyakitkan? Dalam mimpinya, suara itu datang. "Kenapa kamu nangis?" tanya pemuda itu. "Semua orang sama saja. Mereka tidak peduli," jawabnya dengan air mata mengalir. "Coba ceritakan. Mungkin aku bisa membantu," ajaknya. "Gak ada yang bisa membantu. Hidup ini penuh luka," keluhnya. "Luka itu ada, tapi kamu tak sendiri. Kamu punya kekuatan lebih dari yang kamu sadari." Terdiam "Kekuatan untuk apa? Untuk merasakan sakit lebih dalam?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines