Kasih Tak Bersua [on going]

Kasih Tak Bersua [on going]

  • WpView
    Reads 300
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 11, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Romance
Action and Thriller
Cover by @tingker_d on Insta. Kadang aku berpikir, andai hatiku tak berlabuh padamu, mungkin kau tak akan pernah berada di lembar ini. Tak pernah menjelajahi duniaku yang begitu luas, yang kusinggahi hanya untuk mencari Bunga. Kata orang, cinta itu buta. Namun bagiku, cinta dan luka adalah sunyi. Mereka tak bersuara, namun menuntunku menciptakan kebeneran sendiri. Tentang dia yang bersinar. Tentang dia yang dihancurkan. Dan tentang dia yang kupilih untuk menjadi Bayang Kelam. Aku duduk di sudut koridor sekolah yang kini terasa asing, menatap punggung itu yang menjauh bersama Milea-nya. Kisah kami tak pernah dimulai, namun beribu ending telah bernaung di kepalaku. Sebuah pengakuan tanpa saksi, dan cinta yang hidup di antara tinta dan kertas. Di sana, aku hanyalah desau sepi. Namun di lembar ini, aku abadi dalam hatinya.
All Rights Reserved
#22
daydreaming
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • BREATHE
  • Mengukir sukacita sesaat, lukacita selamanya
  • Secret Famous Girl
  • Strong Girl [TELAH TERBIT]
  • Biarkan Aku Mencintaimu [COMPLETED✔]
  • Farellio's [SELESAI]
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • Have a Nice Dream [Completed]
  • Self Injury's(complete)✔

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."

More details
WpActionLinkContent Guidelines