Mimpi dalam secangkir kopi

Mimpi dalam secangkir kopi

  • WpView
    Reads 724
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 11, 2025
Doni merasa galau karena setelah selesai menempuh pendidikan di Amerika ia malah menjadi penganggur. Walaupun ayahnya memiliki perusahaan tekstil, Doni tidak mau bekerja untuk ayahnya karena mereka selalu tidak cocok. Di tengah kegalauan itu ia mendapatkan ide untuk membuat usaha kedai kopi bersama Leo sahabatnya. Dengan kegigihan Doni dan Leo, kedai kopi mereka laris manis yang tentu saja membuat mereka gembira, tetapi sebaliknya membuat Pak Surya semakin gelisah karena dirinya semakin tua dan belum ada tanda-tanda anaknya berminat menjadi penerusnya sebagai pemimpin perusahaan, tapi malah semakin larut dengan usaha kedai kopi kecilnya. "Serahkan saja kepada kerabat Papa", jawab Doni ketika ayahnya bertanya untuk siapa perusahaan yang sudah ia rintis dengan susah payah, sebuah jawaban yang membuat ayahnya terhenyak. Lalu diam-diam Pak Surya menyusun rencana untuk mematikan usaha anaknya sendiri, ia berharap jika usaha Doni gagal, anak kesayangannya itu akan berubah pikiran dan bersedia menggantikannya menjadi pimpinan di perusahaan miliknya. Tetapi yang terjadi justru di luar dugaan.
All Rights Reserved
#237
cafe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Kelabu Milik Ara
  • Positif Cuek 100% (SELESAI)
  • Chasing Love In Shadow - Fanfiction | Jungkook x Readers
  • Boss Galak  & Sekretaris Badung [TAMAT]
  • [END] COFFEE SHOP & The Story Inside - Season 1
  • Aroma Kopi Sempurnakan Lukisan Hati ( TAMAT)
  • Sweet Shadow's Senaku!
  • Reincarnation Of The Businesswoman At School (Book 2)
  • Aku, Kamu, dan Kopi

"Ada anak-anak yang dilahirkan di bawah langit cerah. Ada pula yang tumbuh di balik kelabu, dengan doa yang tak terdengar." Ara kehilangan ayahnya saat usianya baru 2,5 tahun. Ia tak sempat mengingat hangatnya pelukan seorang ayah, dan kasih ibunya pun jarang ia nikmati. Ibunya sibuk, terlalu sibuk bekerja untuk menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Saat usia delapan, ibunya menikah lagi. Tapi kehadiran ayah tiri tak serta-merta mengobati sunyi di hati Ara. Ia tumbuh canggung, asing dengan perhatian yang datang terlambat. Kehidupan membawanya berpindah-pindah-tinggal bersama nenek, berpindah sekolah karena perundungan, lalu hidup seadanya tanpa uang saku, bahkan tanpa makan. Ia dibenci keluarga ibu kandungnya, dimarahi, diusir, dibicarakan. Namun, ia tetap bertahan, hanya karena satu hal: harapan. "Bukan cinta yang menjadikannya kuat, tapi luka yang ia peluk diam-diam." Ara ingin sukses. Ia ingin membalas cinta tulus dari orang-orang yang benar-benar menyayanginya: ibu, ayah tiri, dan nenek kecilnya. Ia ingin mengubah langit kelabu menjadi pelangi, dengan tangannya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines