DUKA LARA

DUKA LARA

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 15, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Culture and Identity
Southeast Asian
Indigenous
Setelah puluhan malam diisi dengan tangisan, Lana akhirnya berusaha bangkit dari keterpurukan. Ia berjalan menuju cermin di kamarnya, "Aku benci. Aku benci kenapa aku sebodoh itu. Kenapa aku masih mengharapkan kamu?" ujarnya lirih. Dengan keadaan mata yang sembab, ia mengusap wajahnya dengan kasar. Merutuki dirinya sendiri karena merasa terlalu bodoh. Ia masih berharap segala hal menyakitkan dalam hidupnya hanyalah mimpi. Andai ia bisa menghilang dari dunia ini, pasti ia bisa menghilangkan rasa sakit hatinya. Saat kehidupannya jatuh, seseorang pernah membisikkan kalimat yang selalu menjadi penguat hidupnya. "Meski menyakitkan, hidup harus tetap berjalan Lana" •••
All Rights Reserved
#792
cerai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LALA
  • 360 and Still Me
  • Accidental' (END)
  • VAREN: Imperfect Husband
  • TAK BERSAMBUT
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Serpihan Luka
  • Sebatas Bayangan (COMPLETED)
  • Raymentara
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines