SADANA

SADANA

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 15, 2024
tanyakan saja kepada Papa; siapa alasannya bertahan hidup hingga detik ini tiba? Maka, jawabannya adalah Sadana. Atau, bagi Megatra, eksistensi si bungsu itu serupa oksigen yang memenuhi paru-paru; bila Sadana tak ada, maka dia pun kehilangan nyawa. Lain hal bagi Maharja, bahwa Sadana seumpama rumah ternyaman yang selalu bersedia menawarkan dua telinga, setiap kali ia dipatahkan oleh dunia Ikhtisar Tanyakan saja kepada Papa; siapa alasannya bertahan hidup hingga detik ini tiba? Maka, ialah manusia baik hati yang memburai sulaman luka di kepala Nuga yang kusut masai tanpa suara. Orang yang telah memberikan pundak untuk bersandar kepada Zegan, kala abangnya dikalahkan oleh realita yang ada.Juga, orang yang telah menyedekahkan kata-kata penyemangat agar Banyu tetap menggenggam cita-citanya dengan erat semampu yang ia bisa. Serta, menjadi obat penyembuh yang membuat sakit di dada Garaga lenyap tak bersisa.
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rahasia Sang Samudra [Complete]
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Luka Yang Tak kunjung Membaik
  •  HAZELA
  • Dewa Keberuntungan [End]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Waktu?
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔

Summary : Mencoba bangkit setelah berusaha membunuh dirimu sendiri bukanlah hal yang mudah. Samudra harus benar-benar berusaha keras mengembalikan warna birunya yang hancur berantakan dan mencoba berdiri tegak seolah baik-baik saja. Tapi kenapa sang takdir senang sekali mempermainkan garis kehidupannya? Kenapa ia harus mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya? Seakan-akan hidup Samudra memang harus berhubungan dengan warna kelam, perpisahan, rasa sakit karena ditinggalkan. Dan kenapa salah seorang yang menjadi alasan untuknya bertahan, harus mengalami rasa putus asa yang sama? Sebenarnya kehidupan seperti apa yang tengah ia jalani saat ini? Kenapa takdir seakan belum menyerah sampai Samudra benar-benar menyerahkan kehidupannya? Begin (25:05) By : "RiRy_23"

More details
WpActionLinkContent Guidelines