Story cover for SADANA by Caca28888
SADANA
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Nov 15, 2024
tanyakan saja kepada Papa; siapa alasannya bertahan hidup hingga detik ini tiba? Maka, jawabannya adalah Sadana. Atau, bagi Megatra, eksistensi si bungsu itu serupa oksigen yang memenuhi paru-paru; bila Sadana tak ada, maka dia pun kehilangan nyawa. Lain hal bagi Maharja, bahwa Sadana seumpama rumah ternyaman yang selalu bersedia menawarkan dua telinga, setiap kali ia dipatahkan oleh dunia Ikhtisar
Tanyakan saja kepada Papa; siapa alasannya bertahan hidup hingga detik ini tiba? Maka, ialah manusia baik hati yang memburai sulaman luka di kepala Nuga yang kusut masai tanpa suara.
Orang yang telah memberikan pundak untuk bersandar kepada Zegan, kala abangnya dikalahkan oleh realita yang ada.Juga, orang yang telah menyedekahkan kata-kata penyemangat agar Banyu tetap menggenggam cita-citanya dengan erat semampu yang ia bisa. Serta, menjadi obat penyembuh yang membuat sakit di dada Garaga lenyap tak bersisa.
Public Domain
Sign up to add SADANA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Gerhana Matahari | Sudah Revisi by cancerrgirll_
53 parts Complete
Menceritakan seorang laki-laki sebatang kara bernama Matahari Leksana Putra. Sejak kecil dirinya tak tahu akan sosok ayah ataupun ibu yang sudah membawanya ke dunia. Peran keduanya digantikan oleh Muhammad Andri---sepuh lanjut usia yang sudah menganggapnya seperti cucunya sendiri. Di usianya yang masih membutuhkan kasih sayang, justru dirinya kembali ditinggalkan oleh Andri. Ata terpaksa harus bertahan hidup di atas bumi yang luas ini sendirian. Cacian, makian, dan bulian, kerap kali dirinya dapatkan. Hingga suatu malam ada seorang pria bak malaikat datang dan membawanya. Pria itu bukan hanya menyelamatkannya, tetapi juga membawanya ke suatu bangunan bak istana. Gilang Januar Agaswara dan istrinya---Fathia Sonya Meyla menyambut kedatangan Ata yang jauh dari kata bersih di kediamannya. Bak menyambut sang anak yang baru pulang, Fathia tanpa canggung langsung memeluk dan mengajak Ata untuk membersihkan diri. Sejak saat itulah kehidupannya berubah, kehidupan yang pada awalnya penuh duri kini semuanya tinggal serba menikmati. Ata dianggap bak putra sekaligus raja di rumah itu. "Mulai sekarang, kamu akan tinggal di sini, Sayang. Anggap kami selayaknya orang tua kandung kamu. Panggil saya mama, dan panggil mas Gilang papa." Ata yang masih terkejut dengan semuanya hanya bisa mengangguk. Anggukan yang membawanya hidup dalam kemewahan dan kenikmatan. Tak ada lagi mencari sampah, tak ada lagi berjalan di sepanjang trotoar dan tak ada lagi pulang ke rumah dengan kelaparan. Sekarang, dirinya tercukupi sekaligus disayangi. Namun, kesenangan tersebut sirna saat dirinya memasuki usia remaja. Rumor-rumor terus bermunculan memenuhi isi kepalanya. Orang tua kandungnya yang hadir semakin menambah kebimbangan dalam jiwa. Ditambah, kisah asmara yang merecoki harinya membuat Ata sulit untuk mengontrol semuanya. Hidup dalam gelimang harta membuatnya tak jarang dimanfaatkan baik oleh teman ataupun pasangan. Inilah Gerhana Matahari. Happy reading...
You may also like
Slide 1 of 7
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
SIMETRI cover
Deberìa Redirme? (End)  cover
Luka Yang Tak kunjung Membaik cover
Gerhana Matahari | Sudah Revisi cover
Dewa Keberuntungan [End] cover
Nugraha Sabian✅ cover

Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

13 parts Ongoing

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."