Keluargaku Mengajariku

Keluargaku Mengajariku

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 15, 2024
Cerita tentang kehidupan mengenai 4 saudara. Cerita ini dimulai dan diambil dari sisi sang Kakak, yang punya dua adek perempuan ngeselin bikin jengkel dan gondok. Tapi tetep aja rasa sayang dan sisi peduli si Kakak ngalahin segalanya. Mau sengelunjak apapun si adik pertama. Dan mau sengerepotin apapun adik keduanya. Belum lagi kabar gembira kehamilan ke empat ibunya, ketika ia sudah berumur 15 tahun. Sangat mengejutkan tapi lebih terharu lagi pas lahir adeknya laki-laki. Secara nih, sang Papa yang sangat menginspirasi dan humoris di keluarga itu pengen banget punya anak laki-laki dari dulu.
All Rights Reserved
#7
saudari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aleum And 7
  • Cemara?
  • Clover's Home
  • The Twins, The Triplets
  • Musuh Kakak Ku Adalah Pacarku? (Lilynn Jkt48)
  • Kenapa Aku... (END)
  • Ciel Wiratama or Ciel Pradipta

"Dia Aleum." "Maksudmu?" "Dia adik kita." Hidup mereka rasanya tanpa arah saat sang Ayah yang merupakan orang tua satu-satunya untuk mereka pergi dari dunia ini, ditambah lagi, saat anak tertua dari keluarga Kim memperkenalkan seorang gadis kecil berusia empat tahun yang sedang mengenakan baju duka dihiasi dengan wajah sembabnya. "Kau gila?! Anak ini berusia empat tahun! Jungkook bahkan berusia empat tahun! Bagaimana bisa dia menjadi adik kita?" Anak kedua keluarga Kim menatap kakaknya tidak mengerti, ohhh ayolah, mereka sudah dikagetkan dengan kepergian ayah mereka secara tiba-tiba, tidak lucu jika bercanda dengan membawa anak gadis berusia empat tahun untuk mereka urus. "Aku tidak tahu Yoongi. Nama anak ini ada disurat yang ditulis ayah! Aku bahkan baru melihatnya saat seorang wanita tua membawanya kesini." Yoongi hanya bisa memijat dahinya frustasi, ia menatap anak itu dengan wajah berkerut nya, anak berusia empat tahun, seorang gadis, dam sepertinya terlihat cengeng. "Kau yakin?" "Aku harus yakin, bagaimanapun dia juga bagian dari kita."

More details
WpActionLinkContent Guidelines