Senja untuk Alkha [End]

Senja untuk Alkha [End]

  • WpView
    Membaca 71,264
  • WpVote
    Vote 3,706
  • WpPart
    Bab 33
WpMetadataReadLengkap Sel, Nov 25, 2025
Dari sekian banyaknya hal yang Alkha sebut itu sebagai impian, ada dua yang sangat Alkha inginkan untuk segera tercapai. Pertama, melihat senja di atas lautan. Dan yang kedua, mendapatkan kasih sayang dari sang ayah, yang tak pernah menganggapnya ada di dunia setelah orang paling berharga di hidup mereka ... pergi untuk selamanya. *** Cover by Canva
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#43
fatherandson
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Where Hurt Meets Healing [END]
  • Adek Abang || END
  • Merindukan senja
  • Bertumpu
  • Remnants of Us (END)
  • Aku juga mau rumah seperti itu [END]
  • Cerita Sandhyā
  • Tidak Ada Aku di Hati Papa

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan