Bunda Dira & Baby Ian

Bunda Dira & Baby Ian

  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 19, 2024
Nadira Safira Ningtyas usia 23 tahun. Panggilannya Dira, diusia yang masih muda, Dira sudah menjadi seorang ibu. Anak Dira namanya Rayyan Al Fatih usia 1 tahun. Panggilannya Ian, panggilan itu panggilan dari bundanya. Dira berjuang hidup untuk memenuhi kebutuhan dan kebutuhan anaknya. Dia berjuang untuk dirinya dan anaknya supaya mendapatkan hak dan pengakuan dari suaminya. Akankah Dira bertemu dengan suaminya? Apakah suaminya akan mengakuinya dan mengakui anaknya? Atau mungkin kah mereka hidup bahagia? Hai hai aku kembali lagi, tentunya dengan cerita yang baru ☺️😍 Ini karya saya sendiri, hasil dari pemikiran sendiri. Bukan plagiat dari karya orang lain Jangan lupa follow dulu ya 😉 Maaf kalau ada typo maklumi karena manusia tidak luput dari kesalahan 🙏☺️
All Rights Reserved
#138
kasihsayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KARA
  • Hamil Anak Tuan Ku ✓
  • Shanand
  • DAREN [End]
  • kasih sayang ibu  yang tidak dapat tergantikan
  • My sister's boyfriend is my husband
  • DIANNA MY DAUGHTER (TAMAT)
  • Tentang Rasa
  • SAFIRA [SUDAH DITERBITKAN]
  • You are in my past and my future [END]
KARA

Rasa sakit menjadi alarm atau penanda bagi kita bahwa tubuh sedang tidak baik-baik saja. Ia memberikan sinyal kepada kita untuk lebih peduli atau mulai mengobati rasa sakit tersebut. Lalu bagaimana jika orang itu kehilangan rasa sakit? seperti yang di alami pemuda bernama Nendra Pancakara, akrab di panggil dengan nama Kara. Seorang remaja yang memiliki kelainan pada tubuhnya, karena Kara tidak dapat merasakan rasa sakit sedikit pun. Kara memiliki saudara kembar yang bernama Rayanka Dikta, atau biasa di panggil dengan nama Anka. Mereka berdua di perlakukan berbeda dengan oleh kedua orang tuanya, Anka hidup penuh kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya sedangkan Kara, anak yang di benci kedua orang tuanya hanya karena dia tak mampu seperti yang orang tuanya inginkan. Lalu bagaimana cerita selanjutnya? akankah mereka menyadari adanya keanehan dalam tubuh Kara? mari kita lihat sama-sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines