Melepaskan Kita

Melepaskan Kita

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2024
WpInfo
Poetry
"Melepaskan Kita" adalah perjalanan emosional melalui setiap kata yang saya tulis, untuk kalian yang pernah merasakan betapa pahitnya melepaskan seseorang yang kita cintai, hanya karena kenyataan hidup yang tak berpihak. Dalam puisi ini, saya mencoba mengungkapkan perasaan yang sulit dijelaskan-tentang cinta yang harus rela pergi, tentang pengorbanan yang terasa tak terhindarkan, dan tentang bagaimana kita harus menerima bahwa tak semua impian bisa terwujud. Puisi-puisi ini lahir dari hati yang patah, namun tetap penuh harapan. Di antara setiap kata yang saya tuangkan, ada kenangan, ada rasa sakit, dan juga keberanian untuk melepaskan demi kebaikan bersama. Ini bukan hanya tentang kehilangan, tapi juga tentang memberi ruang untuk kebahagiaan, meski harus menahan rasa. Jika kamu pernah merasakan cinta yang harus terpisah oleh kehidupan, maka puisi-puisi ini adalah suara hati kita yang berbicara. "Melepaskan Kita" bukan hanya tentang perpisahan, tapi juga tentang keberanian untuk mengikhlaskan dan berharap, meskipun hati kita terluka. "Melepaskan bukan berarti berhenti mencinta, tapi memberi ruang untuk kebahagiaan yang lebih besar."
All Rights Reserved
#375
patahhati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suara Dalam Aksara
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Aku Kamu Dan Jarak
  • Anugerah Terindah

"Meski aku meninggalkanmu, aksaraku akan tetap menemanimu." suara dalam aksara adalah kisah tentang cinta yang terlambat disadari dan kata-kata yang menjadi jembatan antara dua hati. Melalui tulisan-tulisan anonim di blog jurnalistik sekolah, Raka menemukan kehangatan, kejujuran, dan perasaan yang selama ini dia cari, tanpa tahu bahwa orang di balik aksara itu adalah Kaira, gadis yang selama ini dia anggap menyebalkan. Sayangnya, ketika semua kebenaran terungkap, waktu tak lagi berpihak pada mereka. Kaira pergi tanpa sempat mendengar balasan perasaan yang dia pendam, meninggalkan Raka dengan penyesalan yang mendalam. Namun, meski Kaira telah tiada, "suara" yang dia tinggalkan dalam bentuk aksara tetap hidup. Lewat kata, cinta Kaira terus menemani Raka, menjadi pengingat bahwa kadang kita baru menyadari betapa berharganya seseorang saat dia sudah tiada. "Jangan menunggu hingga semuanya terlambat untuk mengungkapkan perasaan. Terkadang, orang yang paling berharga ialah orang yang lebih dekat dari yang kita kira, hanya saja kita terlalu sibuk mencari hingga tak menyadarinya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines