Thetanos (VRC)

Thetanos (VRC)

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2024
MRSM, 4 huruf ini tentu tidak asing bagi telinga para remaja atau anak-anak Malaysia yang masih berada di alam sekolah rendah, sekolah yang diimpikan oleh ramai manusia. Sekolah yang terkenal akan kelahiran orang-orang yang berjaya, sekolah yang dapat mewujudkan impian para ibu bapa untuk melahirkan mereka anak yang berjaya. Walaupun cuti sekolah, sekolah ini tetap akan memberikan tugasan kepada murid- muridnya, mungkin sebab itulah pelajar yang graduate biasanya akan meraih straight A. Terkadang, tugasan yang mereka berikan tidak akan membuat mereka meraih keberjayaan mereka, tapi memberi ingatan yang akan melekat seumur hidup mereka. Warning: -killing -Malay words -person in this story is real -This story is not 100% real -Mix words with Malay, english, indo & Classics Malay
All Rights Reserved
#65
killer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOPENG
  • SESAT
  • HUBBY = STUDENT
  • Goda [Completed]
  • MY TEACHER, MY HUSBAND
  • Bintang Paling Terang
TOPENG

Di sebalik topeng berwajah senyum itu.... Tersembunyi sejuta memori gembira, ngeri, bahagia dan juga derita yang sering menghantui hidupnya. Segala keperitan hidup hanya dia yang tahu. Tekanan hidup, penyeksaan dan depresi yang dialaminya sejak kecil perlahan-lahan membentuk dendam kesumat yang tiada akhirnya. Bermula dengan ibu bapanya sendiri, Ariel terus memburu manusia lain yang dirasakannya melakukan satu kesalahan berat dan akan menghukum mereka. Baginya setiap orang yang melakukan kesalahan harus dihukum. Ya, harus! "Well, Mr. Fadli, I think I've been watching you commiting adultery for long enough and I'm so done with you. Rest in pieces!" Zap! Samurai yang dipegangnya dilibas tepat ke leher Fadli. Kepala yang sudah terpisah dari jasad itu pula bergolek-golek ke arah kaki Ariel. Spontan, kaki Ariel menyepak kepala akauntan muda itu seperti sedang melakukan free kick dalam bola sepak. Langkah kakinya diatur pergi dari situ, meninggalkan lantai yang berlumuran darah dan juga jasad tanpa kepala. Redakah dendam Ariel dengan terus-terusan memburu umat manusia? "I am everywhere, and I am watching you now, waiting for the right time to judge you."- Ariel

More details
WpActionLinkContent Guidelines