We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
After 5 years!

After 5 years!

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 13, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Menerima kenyataan dimana Aeris Alora harus melepas seseorang yang sudah bersamanya sejak lama untuk membiarkan orang itu menjalani kehidupan yang sesungguhnya itu terasa sangat sulit, apalagi saat itu Aeris harus menghadiri pernikahan mantan kekasihnya dengan hati yang hancur berkeping-keping. Namun, mau tidak mau harus tetap Aeris jalani karena memang sudah menjadi takdirnya, usianya pun masih terpaut sangat muda ia baru genap berusia 21 tahun saat ini dan Aeris akan menjalani kehidupan yang sesungguhnya dengan kakinya sendiri tanpa uluran tangan seseorang. Aeris terus bekerja tanpa ia sadari sudah 5 tahun ia hidup dengan kehidupan yang sangat melelahkan, namun Aeris merasa sedikit lega dengan kegiatannya saat ini karena setidaknya Aeris tidak mengingat kejadian yang menghancurkan hidupnya itu. "Ternyata setelah 5 tahun kita tidak pernah bertemu dan hanya tau kabar masing-masing hanya saat melihat story, namun sepertinya kita akan sering bertemu kedepannya, semoga kedepannya perasaanku tidak sama seperti dulu lagi, apalagi kamu sudah bahagia dengan laki-laki pilihanmu"~Aeris Alora
All Rights Reserved
#63
selena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ)
  • Dulu Kekasihmu Kini Selingkuhanmu
  • Selamat Tinggal Luka (END)
  • Two side of the same coin
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Goddess of Twilight VOL.1
  • Sekali Lagi (End)
  • Unspoken Love
  • Perayaan mati rasa
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)

" Waktumu 5 bulan, selama itu silahkan nikmati hidupmu sebelum kamu merangkak pergi dari hidupku" Ana terdiam, kembali menunduk. Ia sudah menyangka jika ini pasti terjadi. Lelaki itu tidak mungkin bisa menerimanya begitu saja. Tetapi mengapa sayatan didalam sana masih juga terasa ketika mendengar pengusiran secara tidak langsung itu. " Gunakan ATM itu untuk memenuhi apapun yang kamu inginkan. Kamu pasti perlu merayakan keberhasilanmu. Jangan khawatir, kartu itu tidak akan kehabisan isi hanya untuk memenuhi kebutuhanmu" kata Raga Ana menelan Saliva dengan kasar, tenggorokannya terasa dicekik oleh tangan tak kasat mata. " Kamu juga boleh tinggal disini sebelum waktumu habis dan aku akan mengusirmu" Ana menggenggam erat tali tas ditangan untuk menyalurkan kesakitanya. " Beberapa bulan lagi aku wisuda, setelah itu aku akan menikahi kekasihku... Raga menghentikan kalimatnya ketika Ana mengangkat wajah dan pandangan mereka kembali bertemu. Tentu saja gadis itu terkejut dengan kalimatnya, tetapi dia hanya bungkam tidak mencoba untuk menyela ucapannya. " Pastikan... saat itu tiba kamu sudah menghilang dari hidupku, tidak perlu lagi mengacaukan apapun yang akan kembali aku tata. Tempatmu bukan disini, kekasihku lah pemilik sesungguhnya, Kamu hanya dipinjamkan sebentar karena kekonyolan orang tuaku" Raga terdiam sebentar, menghela nafas berulang kali ketika entah karena apa sesak itu terus menerus menyerangnya. " Kebersamaan ini tidak lebih dari sebuah paksaan. Jadi, aku akan melepaskan ketika waktunya sudah tiba. Aku akan menceraikan mu.." " Aku harap... saat itu kamu tidak akan membuatku kesulitan lagi, dan ketika saat itu tiba, mari berpisah dengan benar, saling meninggalkan dan melupakan. Kamu bisa mencari kebahagiaanmu tanpa harus melibatkan aku didalamnya dan aku juga akan menjemput kebahagiaanku dengan kekasihku" tegas raga Dibalik tundukannya, Air mata itu akhirnya terjatuh juga, cukup menggambarkan seberapa kuat kesakitan yang ia terima.

More details
WpActionLinkContent Guidelines