Story cover for After 5 years! by EliaAlfaz20
After 5 years!
  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Nov 16, 2024
Menerima kenyataan dimana Aeris Alora harus melepas seseorang yang sudah bersamanya sejak lama untuk membiarkan orang itu menjalani kehidupan yang sesungguhnya itu terasa sangat sulit, apalagi saat itu Aeris harus menghadiri pernikahan mantan kekasihnya dengan hati yang hancur berkeping-keping. 

Namun, mau tidak mau harus tetap Aeris jalani karena memang sudah menjadi takdirnya, usianya pun masih terpaut sangat muda ia baru genap berusia 21 tahun saat ini dan Aeris akan menjalani kehidupan yang sesungguhnya dengan kakinya sendiri tanpa uluran tangan seseorang.

Aeris terus bekerja tanpa ia sadari sudah 5 tahun ia hidup dengan kehidupan yang sangat melelahkan, namun Aeris merasa sedikit lega dengan kegiatannya saat ini karena setidaknya Aeris tidak mengingat kejadian yang menghancurkan hidupnya itu. 

"Ternyata setelah 5 tahun kita tidak pernah bertemu dan hanya tau kabar masing-masing hanya saat melihat story, namun sepertinya kita akan sering bertemu kedepannya, semoga kedepannya perasaanku tidak sama seperti dulu lagi, apalagi kamu sudah bahagia dengan laki-laki pilihanmu"~Aeris Alora
All Rights Reserved
Sign up to add After 5 years! to your library and receive updates
or
#60selena
Content Guidelines
You may also like
Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ) by SalRita4
69 parts Complete
" Waktumu 5 bulan, selama itu silahkan nikmati hidupmu sebelum kamu merangkak pergi dari hidupku" Ana terdiam, kembali menunduk. Ia sudah menyangka jika ini pasti terjadi. Lelaki itu tidak mungkin bisa menerimanya begitu saja. Tetapi mengapa sayatan didalam sana masih juga terasa ketika mendengar pengusiran secara tidak langsung itu. " Gunakan ATM itu untuk memenuhi apapun yang kamu inginkan. Kamu pasti perlu merayakan keberhasilanmu. Jangan khawatir, kartu itu tidak akan kehabisan isi hanya untuk memenuhi kebutuhanmu" kata Raga Ana menelan Saliva dengan kasar, tenggorokannya terasa dicekik oleh tangan tak kasat mata. " Kamu juga boleh tinggal disini sebelum waktumu habis dan aku akan mengusirmu" Ana menggenggam erat tali tas ditangan untuk menyalurkan kesakitanya. " Beberapa bulan lagi aku wisuda, setelah itu aku akan menikahi kekasihku... Raga menghentikan kalimatnya ketika Ana mengangkat wajah dan pandangan mereka kembali bertemu. Tentu saja gadis itu terkejut dengan kalimatnya, tetapi dia hanya bungkam tidak mencoba untuk menyela ucapannya. " Pastikan... saat itu tiba kamu sudah menghilang dari hidupku, tidak perlu lagi mengacaukan apapun yang akan kembali aku tata. Tempatmu bukan disini, kekasihku lah pemilik sesungguhnya, Kamu hanya dipinjamkan sebentar karena kekonyolan orang tuaku" Raga terdiam sebentar, menghela nafas berulang kali ketika entah karena apa sesak itu terus menerus menyerangnya. " Kebersamaan ini tidak lebih dari sebuah paksaan. Jadi, aku akan melepaskan ketika waktunya sudah tiba. Aku akan menceraikan mu.." " Aku harap... saat itu kamu tidak akan membuatku kesulitan lagi, dan ketika saat itu tiba, mari berpisah dengan benar, saling meninggalkan dan melupakan. Kamu bisa mencari kebahagiaanmu tanpa harus melibatkan aku didalamnya dan aku juga akan menjemput kebahagiaanku dengan kekasihku" tegas raga Dibalik tundukannya, Air mata itu akhirnya terjatuh juga, cukup menggambarkan seberapa kuat kesakitan yang ia terima.
Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)  by llysybnyh
7 parts Ongoing
Di balik diamnya, Elora menyimpan samudra rasa yang tak pernah ia tuntut untuk dibalas. Ia mencintai dalam senyap, menyayangi dalam setia, dan percaya dalam buta. Alaric datang bagai cahaya pertama di pagi yang muram-menghangatkan, menyembuhkan, dan membuatnya percaya bahwa cinta bukan sekadar angan. Namun waktu mengubah segalanya. Alaric, yang dulu berjanji tak akan pergi, perlahan menjauh dalam kebohongan-kebohongan kecil yang tumbuh menjadi luka besar. Janji-janji yang dulu manis, kini hanya jadi abu di telapak tangan Elora-tak bisa digenggam, tak bisa dihapus. Ini bukan sekadar kisah tentang cinta yang retak, tapi tentang hati yang belajar untuk berhenti menggenggam hal-hal yang tak lagi ingin tinggal. Tentang perempuan yang perlahan menjahit kembali dirinya, meski benangnya adalah air mata dan kesepiannya sendiri. "Saat Janji Menjadi Luka" adalah sajak panjang tentang kehilangan, tentang keberanian untuk mencintai, dan tentang bagaimana hancur bukanlah akhir dari segalanya. di bawah langit senja yang perlahan berubah kelam, ada dua hati yang pernah saling menemukan-seperti dua kepingan puzzle yang akhirnya menyatu. jatuh dalam cinta yang tak terencana. dunia mereka begitu indah, penuh tawa, dan janji-janji yang ingin diabadikan. namun, tak semua kisah cinta diciptakan untuk selamanya. di antara kebahagiaan itu, takdir juga menyiapkan perpisahan yang tak mampu mereka hindari. meski cinta mereka begitu dalam, ada hal-hal yang tak bisa dilawan-ego, luka, dan keadaan yang memaksa mereka mengambil jalan masing-masing.
" To Love ,To Lose " by lupyook
23 parts Ongoing Mature
Di balik langkahnya yang tegap dan wajahnya yang tenang, Nandika menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Beberapa tahun lalu, Raya pergi tanpa alasan. Meninggalkan Nandika dengan pertanyaan yang tak pernah terjawab, dengan hati yang tak pernah utuh kembali. Cinta mereka hancur dalam sekejap, tanpa penjelasan, tanpa kesempatan untuk memahami. Sekarang, mereka bertemu lagi-bukan sebagai dua orang yang masih saling memiliki, tapi sebagai dua orang yang pernah berbagi segalanya. Nandika sudah punya seseorang. Hubungan yang ia jalani dalam diam, seolah mencoba membangun sesuatu di atas kepingan hatinya yang dulu hancur. Tapi yang tidak ia tahu, semuanya hanyalah ilusi yang perlahan akan runtuh. Raya masih mencintai Nandika. Tapi dia juga tahu, kesalahannya terlalu besar, lukanya terlalu dalam. Dan saat Raya mengetahui kenyataan yang tersembunyi di balik hubungan Nandika, dia sadar bahwa dirinya harus melakukan sesuatu, meski itu akan membuat Nandika semakin membencinya. Tapi apa haknya? Dia yang meninggalkan, dia yang menciptakan luka, dan sekarang dia yang ingin menyelamatkan Nandika? Saat Nandika akhirnya tahu alasan kepergian Raya, semuanya menjadi lebih menyakitkan dari yang pernah ia bayangkan. Dendam dan cinta bercampur menjadi satu, membuatnya tak tahu apakah ia ingin Raya tetap tinggal, atau pergi untuk selamanya. 🔥 Di antara perasaan yang belum mati, luka yang belum sembuh, dan kenyataan yang terlalu pahit-apakah cinta mereka akan menemukan jalannya? Ataukah mereka hanya dua orang yang pernah saling mencintai, tapi harus merelakan? 💔 "To Love, To Lose"-karena tidak semua cinta berakhir dengan kebersamaan.
You may also like
Slide 1 of 9
Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ) cover
Ex or New? [REVISI] cover
Well Planned cover
Cinta Kedua ( Tamat )  cover
Bittersweet Marriage ( On Going ) cover
Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)  cover
" To Love ,To Lose " cover
When Fate Brings Us Together Again cover
Selamat Tinggal Luka (END) cover

Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ)

69 parts Complete

" Waktumu 5 bulan, selama itu silahkan nikmati hidupmu sebelum kamu merangkak pergi dari hidupku" Ana terdiam, kembali menunduk. Ia sudah menyangka jika ini pasti terjadi. Lelaki itu tidak mungkin bisa menerimanya begitu saja. Tetapi mengapa sayatan didalam sana masih juga terasa ketika mendengar pengusiran secara tidak langsung itu. " Gunakan ATM itu untuk memenuhi apapun yang kamu inginkan. Kamu pasti perlu merayakan keberhasilanmu. Jangan khawatir, kartu itu tidak akan kehabisan isi hanya untuk memenuhi kebutuhanmu" kata Raga Ana menelan Saliva dengan kasar, tenggorokannya terasa dicekik oleh tangan tak kasat mata. " Kamu juga boleh tinggal disini sebelum waktumu habis dan aku akan mengusirmu" Ana menggenggam erat tali tas ditangan untuk menyalurkan kesakitanya. " Beberapa bulan lagi aku wisuda, setelah itu aku akan menikahi kekasihku... Raga menghentikan kalimatnya ketika Ana mengangkat wajah dan pandangan mereka kembali bertemu. Tentu saja gadis itu terkejut dengan kalimatnya, tetapi dia hanya bungkam tidak mencoba untuk menyela ucapannya. " Pastikan... saat itu tiba kamu sudah menghilang dari hidupku, tidak perlu lagi mengacaukan apapun yang akan kembali aku tata. Tempatmu bukan disini, kekasihku lah pemilik sesungguhnya, Kamu hanya dipinjamkan sebentar karena kekonyolan orang tuaku" Raga terdiam sebentar, menghela nafas berulang kali ketika entah karena apa sesak itu terus menerus menyerangnya. " Kebersamaan ini tidak lebih dari sebuah paksaan. Jadi, aku akan melepaskan ketika waktunya sudah tiba. Aku akan menceraikan mu.." " Aku harap... saat itu kamu tidak akan membuatku kesulitan lagi, dan ketika saat itu tiba, mari berpisah dengan benar, saling meninggalkan dan melupakan. Kamu bisa mencari kebahagiaanmu tanpa harus melibatkan aku didalamnya dan aku juga akan menjemput kebahagiaanku dengan kekasihku" tegas raga Dibalik tundukannya, Air mata itu akhirnya terjatuh juga, cukup menggambarkan seberapa kuat kesakitan yang ia terima.