-Tentang siapa yang paling kuat diantara semua.
Dua hati yang sama-sama bersemayam dalam kehancuran. Dua jiwa yang dipaksa berdiri tegak, meski rasanya sudah lama remuk redam. Inilah kisah Valenza dan Aries.
Valenza adalah pewaris nama keluarga yang dikenal glamor dan terpandang. Namun, di balik kemewahan itu, rumahnya adalah neraka pribadi. Ayahnya, seorang pria yang obsesif terhadap martabat, selalu memandang rendah bakat seni Valenza yang dianggapnya "terlalu berlebihan" dan tak sebanding dengan kehormatan keluarga. Setiap hari, telinga Valenza dipaksa menelan sumpah serapah dan cacian sang ayah, memupuk rasa benci yang semakin hari semakin mengakar di hatinya. Ia ingin lari, tapi ia terikat.
Sementara itu, Aries hidup dalam bayang-bayang duka. Kepergian sang mama akibat leukemia bertahun-tahun lalu menyisakan lubang menganga yang tak pernah bisa diisi. Lubang itu semakin dalam sejak kehadiran mama tiri-sosok yang ia yakini sebagai akar dari semua penderitaan ibunya. Aries menolak keras, menutup diri. Ia tak pernah sudi menyentuh masakan sang mama tiri, meski ayahnya tak pernah lelah membujuknya untuk berdamai. Di mata ayahnya, Aries adalah permata yang harus dilindungi, namun di mata Aries sendiri, ia hanyalah cangkang kosong yang kehilangan semangat hidup.
Valenza dan Aries.
Mereka sama-sama rapuh. Sama-sama terluka oleh rumah yang seharusnya menjadi tempat terhangat. Mereka berdua berjalan di jalur yang berbeda, namun dengan beban yang sama harus tetap hidup demi sesuatu yang tak terlihat.
Ketika takdir mempertemukan dua manusia yang telah mati rasa ini, apakah mereka akan menemukan bahu untuk bersandar, ataukah justru saling merobek luka lama? Bisakah dua hati yang penuh kebencian dan kekosongan ini saling melengkapi, atau mereka hanya akan menjadi pengingat abadi bahwa hidup memanglah sebuah penderitaan yang harus dijalani?
©Story by @Viry90un
All Rights Reserved