[BL] Bocah Kesayangan Tuan Vano

[BL] Bocah Kesayangan Tuan Vano

  • WpView
    Lecturas 557
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 23, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Art dari pinterest Edit dari adik saya tercinta Chakra Wijaya bocah manis juga polos berumur tiga belas tahun harus rela ditinggal mati oleh kedua orang tuanya. sedih,bingung dan terguncang pasti. saat mengetahui kedua orang tuanya meninggalkan dirinya sendiri didunia yang begitu kejam. bagaimana tidak kejam setelah kepergian kedua orang tuanya paman dan bibinya selaku kerabat dekatnya merebut semua harta kekayaan Wijaya juga mengusir bocah itu setelah menyiksanya terlebih dahulu. setelah satu bulan berkabung pasca kematian kedua orang tua Chakra. "hiks ayah... buna... hiks hiks ... Chakra mau kalian berdua". ratapnya dikala guyuran hujan yang begitu deras. "bocah kau ingin ikut bersamaku". sebuah uluran tangan yang begitu terlihat hangat berada dihadapannya. Note: *Cerita murni dari pemikiran sendiri. *Spesial untuk adik perempuan saya tercinta karena punya ide tapi gak dituangkan. *M-preg!!. *cerita aneh. *gak suka ga usah dibaca. *Suka ceritanya silahkan vote dan share.
Todos los derechos reservados
#109
malepregnant
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [TERBIT]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido