Smarana
  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 22, 2024
Tak ada yang tahu persis peristiwa apa yang membuatnya takut dengan hujan, dan tak ada juga yang mengetahui mengapa ia sangat menyukai pesisir lautan "Jika di dunia takdirku memang tak pernah bahagia, maka letakkan saja aku dalam dekapmu, tuhan.." Kepindahannya adalah proses menemui bahagia, namun indahnya takdir, Tuhan menghadirkannya kembali, dalam seorang yang sama namun berbeda _ "Kenapa harus aku?" "Pembunuh kayak lo memang pantas di giniin" Apa? Bohong jika Lune tak sakit hati, bahkan sekarang seluruh tubuhnya terasa remuk hingga hancur. Percuma mencari pembelaan jika kepercayaan tak bisa di dapatkan. Ia melangkah pergi "Sam, gue memang lebih jahat dari lo, dan se jahat jahatnya gue ga pernah ngeluarin kata sampah kayak lo tadi, dia cewek, Samudra" "Jangan nyesal, kalau suatu hari lo nggak pernah bisa ngeliat dia ada disini, lagi." * * [Wajib follow akun ini selaku penulis] [Don't Plagiarize!] [100% Own Work] _ HAPPY READING! _ Start ; 20-12-24
All Rights Reserved
#471
cowokcool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • langit biru
  • Painful By Accident (Completed)
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Destined for me 2
  • ALEYA~~
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, siap tidak siap kita harus siap. Jalan takdir yang berbeda mengantarkan mereka pada sebuah pertemuan, dua insan yang tak saling kenal itu bertemu untuk yang pertama kalinya. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun hingga seterusnya sampai benih benih cinta diantara mereka bertemu. "Lang kalau aku jadi bulan kamu jadi apa?" "Hmm akuuuu... Aku langit nya." "Kok langit sih kan masih ada yang lain bintang atau senja gitu." "Kamu pernah liat langit ninggalin bulan?" Perempuan itu menggeleng. "Pernah liat langit ninggalin bintang?" "Nggak pernah langit" ucapnya masih sedikit bingung. "Jadi kamu ngerti kan kenapa aku mau jadi langit?" Langit menatap lekat wajah perempuan di depanya. "Jadi kamu nggak bakalan ninggalin aku kan?" "Sesuai nama aku ( langit) aku nggak akan pernah ninggalin kamu". Langit mencuim kening keyra, memberikan pelukan yang hangat kepada gadis itu. *jangan takut akan sebuah perpisahan, karena sejatinya perpisahan adalah bagian dari pertemuan* (Gimana jalan cerita cinta keyra dan langit? Mau tau akhirnya. Baca dulu awalnya 😀)

More details
WpActionLinkContent Guidelines