Kertaraka (Indonesian Version)

Kertaraka (Indonesian Version)

  • WpView
    Leituras 111
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 19
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, ago 24, 2026
WpInfo
Ficção
Temas Sociais
Religião e Espiritualidade
Vida Familiar
Crescimento e autodescoberta
"Ayah mohon, bukannya ayah tidak sayang padamu, ayah hanya tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya, ibumu sungguh cinta terakhir ayah." Rintihan pria setengah tua itu benar-benar merobohkan dinding egoku, kini aku mempertanyakan besaran cinta ayah pada ibu dan rasa cintaku pada Mas Tara, tapi aku bersumpah, aku pun benar-benar sudah terlanjur cinta pada Mas Tara. "Tapi segala sesuatu yang akan terjadi di dunia ini atas kehendak Tuhan, Ayah! Bukan karena hitungan hari lahir! Tidak ada yang tau tentang umur seseorang." Ayah nampak membuang napasnya dan segera beranjak untuk memeluk tubuh layu putri tunggalnya. "Tuhan itu bersama prasangka-prasangka makhluknya, sedangkan keluarga kita dan keluarga Tara pun meyakini hitungan Jawa, Aspara! Mau bagaimana? Keyakinan sudah tertanam begitu dalam." Rasanya sendi-sendiku tak lagi berfungsi mendengarnya, aku lemas, tangisku pecah di pelukan ayah yang terus meyakinkanku untuk meninggalkan Mas Tara daripada harus mendatangkan mala petaka. Hitungan Jawa, weton tidak cocok, dan segala mitos-mitos Jawa lainnya sudah menjadi masalah krusial terkait perjodohan di tanah Jawa, bahkan di era modern seperti ini, budaya semacam masih dipercayai sebagian orang, bertarung dengan teori-teori yang lebih logis dan agamis, Jawa tetaplah Jawa yang berdiri dengan keyakinannya. Adakah solusi untuk cinta memenangkan pertarungan atas mitos tanah Jawa? Novel yang berisi sedikit gambaran dan penjelasan budaya masyarakat Jawa dan segala perdebatan pro kontra di era modern yang di kemas dalam kisah cinta mahasiswa sastra Jawa. Di dalam novel ini tidak ada penjurian benar atau salah, penulis hanya mengumpulkan beberapa argumen dari kacamata budaya, agama, dan sebagainya, pembaca pun dibebaskan untuk berargumentasi. Bijaklah dalam menyikapi. Happy reading ❤️
Todos os Direitos Reservados
#164
perjuangan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END]
  • GEMINTANG HATIKU
  • Eliinaa
  • My husband My enemy
  • Hening Dalam Luka
  • Angel To Raya (END)
  • Garwa Sang Tumenggung
  • Rendra & Lila [END]
  • LANGIT MAJAPAHIT

"Karena hanya dengan berdoa, aku merayu Allah dalam usaha menjemput cinta mu" Masa lalu yang pernah di alami oleh Zahira Nafisha Haura membuatnya membenci semua laki-laki. Ayah yang seharusnya menjadi cinta pertama bagi semua anak perempuan nyata nya tidak untuk Haura. Ia sangat membenci Ayahnya karena perlakuan buruk Ayahnya kepada Ibu Haura. Sejak kecil Haura sering melihat penderitaan yang Ayahnya berikan kepada Haura dan Ibunya. Dan karena perlakuan buruk itu tak hanya mental Haura yang terganggu tapi masa depan dan alasan Haura untuk bahagia telah hilang. Ibunya meninggal karena Ayahnya. Dan Ayahnya juga tak perduli pada ia dan Ibunya yang sudah tiada. Bukankah Ibu Haura adalah istri nya? kenapa dia setega itu! Bahkan setelah Ibunya meninggal pun Haura semakin membenci Ayahnya dan ia tak mau bertemu lagi dengan pria yang paling ia benci itu. Semenjak Ibunya meninggal, Ayahnya pun hilang bak di telan bumi. Tak peduli dengan Haura dan masa depannya. Hingga suatu saat seorang pria datang dengan beraninya memperlihatkan tawa indah yang telah lama hilang di pipi Haura. Pria yang membuat Haura kembali merasakan cinta, tapi apakah rasa itu bertahan lama? Ikhtiar menjemput cinta Hanya dengan berdoa, Aku yakin Allah akan mempersatukanku dengan tulang rusuk ku. Kamu bidadari syurga yang Allah tetapkan menemani ku di setiap waktu ku. Kamu yang aku usahakan untuk selalu tersenyum. Tak perlu ada balasan cinta, karena cintaku saja sudah cukup untuk kita berdua.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo