Tiga Ruang Sudut

Tiga Ruang Sudut

  • WpView
    Reads 970
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 29, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
"Na, setelah Abang berbuat semua ini, apakah Abang masih bisa dimaafkan?" "Tentu, Abang. Mau Abang buat Naka terjatuh dari jurang hingga Naka koma, atau ketika Naka kembali kehilangan kesempurnaan karena Abang sekalipun, Naka akan tetap memaafkan Abang." "Kenapa? Bukankah semua itu dalah tindakan tidak terpuji yang tak patut dapat belas kasihan?" "Karena Naka tahu kalau semua yang Abang lakukan bukan atas kehendak Abang sendiri. Naka memaklumi, Abang." Sudah sangat lama sekali dialog itu menyembur keluar dari mulut masing-masing kakak beradik di suatu sore. Namun, luka yang ditorehkan ternyata masih sama sakitnya. Ucapan penuh keikhlasan dan pertanyaan penuh pedih itu masih senantiasa dapat di dengar melalui bayang-bayang ketakutan kala Nakala berada dalam tiga sudut ruang di rumah bernaung mereka. Ruang tamu, teras halaman rumah, dan tempat tidur. Tiga tempat itu mengisi berbagai macam kenangan pilu ataupun menyenangkan yang mungkin tak bisa mereka kembali lakukan. Karena suatu hal yang membuat keduanya membangun dinding tembok besar tak kasat mata yang dapat memutus benang persaudaraan kapan saja. Jauh di lubuk hati yang paling dalam, mereka ingin kembali memulai lembar baru sebagai kakak beradik yang biasanya ada. Saling menyayangi dan saling menjaga satu sama lain. Walaupun di dunia berikutnya sekalipun, mereka hanya berharap semoga bisa terkabul.
All Rights Reserved
#746
sickstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Sandwich(End)
  • Four twins story || 00L Nct dream
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Bukan Cerita Kita
  • Twins; Jevan-Nevan [TERBIT]
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • Tatkala Senja Memanggil Pulang [Terbit]
  • Perfect [Na Jaemin] [✔️]
  • Sandyakala | Haechan
  • Se(lara)s✔️

Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋

More details
WpActionLinkContent Guidelines