Seharusnya umur 17 tahun adalah masa-masa untuk belajar, mencari pengalaman baru, dan mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia perkuliahan. Tetapi itu berbeda dengan pemuda Solaris Danvers Hamilton, ia dipaksa menikah dengan salah satu anggota keluarga Montcroix Thunderstorm yang membuat perjanjian dengan bisnis keluarganya.
Walaupun Solaris merasa haknya telah diambil, ia tetap bersyukur karena dia akhirnya akan bebas dari rantai panas yang membelenggunya sejak kecil. Tetapi ia terpaksa harus menghadapi keluarga barunya itu. Terutama suaminya, Halilintar Montcroix Thunderstorm. Banyak hal yang harus dihadapi oleh Solar saat berkeluarga, masalah selalu saja bermunculan untuk menghantuinya.
Masalah bisa datang darimana saja, terutama yang mempunyai masa lalu yang begitu kelam. Membuat terpuruk dalam lubang kegelapan, tak bisa keluar maupun berteriak.
Bagaimana kisah pemuda yang malang akan mengalir? Apakah ia akan membiarkan dirinya terjebak dalam kesengsaraan atau mengarahkannya kepada kebahagiaan dan percintaan?
Genre : angst, thriller, misteri, fluff, slow romance, aksi, gore, mature, trigger, adult themes
Peringatan!
Mohon baca bab peringatan dan perkenalan sebelum membaca buku ini.
Tidak ada yang berhubungan dengan boboiboy dari monsta di dalam cerita ini, semua karakter adalah individual yang terpisah dari kartun boboiboy galaxy. Terimakasih
Keluarga itu ibarat pagar. Tidak bisa berdiri sendiri, harus saling merangkul agar lebih kuat. Perlu dipaku agar tetap kokoh, walau terdengar menyakitkan. Pagar itu kadang memang membatasi kita, tapi jangan lupakan jasanya karena pagarlah yang melindungi kita dari dunia luar. Mirip keluarga, 'kan?
Di sini ada Halilintar, tiang pertama yang menjadi kepala keluarga karena keadaan. Tidak mungkin berdiri tanpa dukungan Taufan yang mengambil peran 'kakak' untuk adik-adiknya. Gempa dulu yang paling dekat dengan Umma, kini mencoba meniru sosok lembut penuh kasih sayang milik Umma.
Lantas, bagaimana dengan 4 yang lain? Blaze selalu berusaha melakukan apa yang dia bisa untuk membanggakan keluarganya. Ais memang terlihat pendiam, tapi bukan berarti dia sepenuhnya abai. Duri memang masih menyimpan trauma, tapi dia tetap selalu berusaha hadir untuk semua saudaranya. Sedangkan Solar, sebagai anak paling bungsu dia selalu mencoba untuk bersikap dewasa. Meski kadang gagal.
Ini adalah kisah keseharian para tiang pagar yang berusaha melindungi rumah mereka. Bukan cerita angst atau sedih, ini slice of life. Lebih banyak lawak daripada nangisnya.