Story cover for sunflower. by f3liaa
sunflower.
  • WpView
    LECTURAS 24
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 24
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
Concluida, Has publicado nov 17, 2024
Arga yang merindukan kekasihnya sekaligus sahabat masa kecilnya, Kirana, yang telah pergi akibat kecelakaan beberapa waktu yang lalu dan berharap untuk bertemu lagi entah melalui mimpi atau apapun. Sebelum Kirana meninggal, mereka berjanji akan bertemu lagi di dunia yang berbeda dengan Arga yang akan menemui Kirana di padang rumput yang luas. Sampai suatu hari seseorang meletakkan sebuah bunga matahari di teras rumah orang tua Arga.

(Inspired by Sal Priadi's "Gala Bunga Matahari")


©2024, felia forger.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos

1 parte

Regístrate para añadir sunflower. a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#38majorcharacterdeath
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Yang Amerta di Dalam Aksara (HIATUS)  de saharahaa
8 partes Continúa
Kiran, seorang penulis muda yang jiwanya terperangkap dalam labirin kenangan. Dua tahun setelah kepergian Samudera, kekasihnya, dalam sebuah kecelakaan tragis, Kiran tak lagi menulis untuk dunia, melainkan hanya untuk satu pembaca; Samudera sendiri. Ia memahat setiap tawa, setiap tatapan, ke dalam aksara-aksara yang tak pernah ia terbitkan, menciptakan sebuah 'amerta'─keabadian─pribadi di mana samudera tak pernah benar-benar mati. Buku-buku usang, pena yang setia, dan aroma tinta adalah saksi bisu ritual nya, mengubah kamar menjadi sebuah tempat bagi masalalu. Namun, pengabdiannya pada kenangan mulai menggerogoti kehidupannya yang sekarang. Keluarga Kiran resah, teman-teman nya perlahan mulai menjauh, dan dunia menyusut menjadi sempit, hanya berputar pada poros Samudera. Ia seperti hantu yang melayang di antara baris-baris kalimatnya sendiri, menolak untuk bergerak maju. Hingga suatu hari, sebuah undangan pameran kaligrafi yang mulanya ia abaikan, secara tak terduga mempertemukannya dengan Arjuna, seorang seniman kaligrafi misterius dengan mata sekelam tinta cina dan tangan yang seolah menari di atas kertas. Arjuna, dengan caranya sendiri yang unik, tampak mampu menembus lapisan-lapisan aksara yang Kiran tulis, bukan sekedar membaca kata, melainkan merasakan emosi dan memori di baliknya. Interaksi mereka, yang mulanya canggung dan penuh resistensi dari Kiran, perlahan membuka celah pada benteng kesendirian yang ia bangun. Arjuna bukan pengganti Samudera, melainkan sebuah cermin yang memaksa Kiran melihat bahwa 'amerta' sejati bukanlah sebuah penjara kenangan, melainkan kemampuan untuk membiarkan kenangan hidup di dalam hati, tanpa harus menghentikan denyut kehidupan. Kiran harus menghadapi pertarungan terbesarnya; melepaskan genggaman pada masalalu yang abadi dalam aksara, demi merangkul masa kini yang menjanjikan 'amerta' dalam bentuk lain─kehidupan itu sendiri, dengan segala luka dan kemungkinan indahnya.
Home? de Strand_Meer
38 partes Continúa
Sebenarnya apa itu rumah? Apa itu hanya sebuah bangunan yang bisa dengan mudah di tinggalkan? Seperti apa rumah itu? Kata orang rumah adalah tempat yang nyaman dan hangat, tempat dimana kita bisa pulang dan beristirahat kala lelah. Rumah tidak hanya berbentuk bangunan, namun juga hubungan yang terjalin dan memberikan sebuah kenyamanan. Rumah juga sebuah tempat untuk tinggal serta melakukan hal-hal dari segi fisik dengan tentram, damai, nyaman serta menyenangkan bagi penghuninya. Angkasa tidak pernah merasakan itu, dia sendirian. Angkasa punya keluarga lengkap, kedua orang tua juga dua adik yang sangat Angkasa sayangi. Namun, mereka tidak pernah menganggap Angkasa ada. Kedua orang tua nya berpisah setelah adik-adiknya lahir, sang ibu membawa si bungsu dan ayah membawa si tengah. Mereka hidup bahagia dengan keluar kecil baru masing-masing, meninggalkan Angkasa sendirian di rumah sederhana peninggalan sang nenek. Angkasa sakit, Angkasa ingin berteriak pada semuanya jika dia juga ingin di perlakukan sama seperti anak-anak yang lain. Namun lagi-lagi semesta seperti tidak mengizinkan hal itu terjadi. Angkasa kembali di khianati dan di buang oleh orang-orang yang dia anggap rumah dan berharga, dua sahabatnya juga kekasih nya yang sangat dia cintai. Ternyata semua yang mereka lakukan selama ini padanya tidak benar-benar tulus, semua hanya permainan dan taruhan dari dua adik kembar nya. Bolehkah Angkasa menyerah? Angkasa sudah sangat lelah, tidak ada warna dalam hidupnya, semua abu-abu dan gelap. Bolehkah Angkasa berhenti berjuang? Namun tuhan membenci hamba nya yang pulang mendahului takdir. . . . . . Warning!!!! Brothership family story BXB AREA AWAS SALAH LAPAK KALAU GAK SUKA SILAKAN MELIPIR SAJA - Semua ide cerita dan nama yang ada didalamnya murni pikiran sendiri. - Jika ada kesamaan nama atau jalan cerita, bukan berarti plagiat. Karena ide cerita bisa saja sama. - Kalau gak suka, gak usah baca... - Cuma minjem visual . . . Start: 1 Mei 2024 End: . .
Dear ASSASSIN✓ de ArcherLunar
53 partes Concluida
"Mampus! Bagaimana bisa aku baru tahu kenyataan bahwa aku memungut monster penghancur setelah 13 tahun aku hidup bersama dengannya! Takdir! Kau becanda ya?!!" Faethia Valeria, seorang remaja biasa di kota Amara yang bekerja di rumah bordil sebagai pelayan pengantar makanan tiba-tiba mengalami kecelakaan yang membuatnya mengingat tentang dunia dimana dia berada sekarang. Sepulang bekerja, dalam keadaan sempoyongan karena kelelahan, Fae yang baru menginjak usia 20 tahun tiba-tiba ditabrak kereta kuda dari pedagang kikir dari ibukota. Disaat kehidupannya seolah dibuat kilas balik, ia mendapat ingatan sangat berharga, yaitu ternyata, dia sedang berada di dalam dunia novel! Novel ini adalah adalah karya temannya yang absurd, berjudul 'The Prince Revenge'. Mengisahkan sang pangeran pertama dari kerajaan Praxis yang membalaskan dendam kepada kerajaan untuk merenggut tahta yang seharusnya menjadi miliknya. Dan pangeran itu bernama Axlan Helios de Praxis! Bocah laki-laki yang dipungut oleh Fae saat ia berusia 7 tahun dan akhirnya tinggal bersamanya sampai sekarang! Menurut cerita novel, Axlan akan merenggut kembali kerajaannya setelah dia berhasil mengalahkan raja para naga, Zil. Dan itu ditandai dengan adanya tato naga di sekujur tubuhnya sebagai bentuk bahwa dia adalah raja naga yang baru. Dengan kekuatan yang diperolehnya, Axlan menghancurkan kerajaan Praxis dalam kobaran api, membantai banyak sekali manusia tanpa terkecuali, dan naik ke atas tahta dengan bersimbah darah. Itu adalah kebengisan dan kekejaman dari seorang pangeran terlupakan yang mana sang pangeran saat ini sudah berusia 19 tahun! 2 tahun lagi sebelum dia mulai menyerang Praxis?! Akan tetapi, setelah Fae sadar ada beberapa detil yang aneh, ia sadar bahwa timeline berjalan lebih cepat dari seharusnya. Apakah ini artinya dia juga akan mati lebih cepat?! Mari berjuang menjilat kaki pemeran utama demi hidup keduanya yang berharga! . . Cerita ke-lima aku, happy reading...
Cross the Line (𝐁𝐞 𝐘𝐨𝐮𝐫 𝐌𝐨𝐧𝐬𝐭𝐞𝐫)  de semestaeisa
47 partes Concluida
Dia Angkasa Dewangkara, yang semua orang kenal sebagai manusia tanpa belas kasih. Seperti namanya, Angkasa tumbuh bersama rasa percaya diri setinggi langit, berkuasa atas banyak hal, dan tentunya bersahabat dengan angkara yang selalu menyelimutinya. Angkasa tidak mengenal apa itu hati nurani, apalagi kasih dan cinta. Sejauh ini, dia tidak tertarik untuk mengenal berbagai macam perasaan itu lagi. Yang sekarang ini Angkasa tahu, dia datang untuk membawa derita bagi orang-orang yang meragukan dirinya. Angkasa tidak menggantungkan diri pada orang lain, tetapi Angkasa membuat orang lain bergantung padanya. Angkasa tidak pernah menjadi mangsa, karena dia adalah pemangsa. Saat Angkasa sudah menetapkan targetnya, tidak ada seorangpun yang bisa melepaskannya dari Angkasa. Sebuah pengkhianatan membawa Angkasa pada kematiannya, yang berujung membuat jiwa Angkasa masuk ke dalam tubuh seorang karakter figuran novel. Seseorang yang semua orang kenal dengan nama Gardan Angkas Stara, karakter yang akan mati pada bab keempat novel, tubuh itulah yang Angkasa masuki. Namun bagaimana jadinya jika seorang remaja tanpa sengaja menarik perhatiannya, hingga membuat Angkasa, sang manusia penuh angkara bersedia untuk melunakkan hatinya? Akankah Angkasa berubah? Atau malah malah merubah orang itu agar menjadi sama dengannya? "Kenapa harus dia, Angkasa?" "Karena cuma dia yang gue mau." Ingat, tidak ada aturan yang tidak bisa dia rubah dan tidak ada batas yang tidak bisa dia langgar, termasuk seluruh aturan dan batas yang Angkasa ciptakan sendiri.
DANADYAKSA de KumbangPolkadot
70 partes Concluida
Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Yang Amerta di Dalam Aksara (HIATUS)  cover
Home? cover
Let's Start This Game cover
SELENOPHILE (TAMAT) cover
Because I'm Askala (END) cover
Dear ASSASSIN✓ cover
Tokoh Figuran  cover
Cross the Line (𝐁𝐞 𝐘𝐨𝐮𝐫 𝐌𝐨𝐧𝐬𝐭𝐞𝐫)  cover
Eldest [END] cover
DANADYAKSA cover

Yang Amerta di Dalam Aksara (HIATUS)

8 partes Continúa

Kiran, seorang penulis muda yang jiwanya terperangkap dalam labirin kenangan. Dua tahun setelah kepergian Samudera, kekasihnya, dalam sebuah kecelakaan tragis, Kiran tak lagi menulis untuk dunia, melainkan hanya untuk satu pembaca; Samudera sendiri. Ia memahat setiap tawa, setiap tatapan, ke dalam aksara-aksara yang tak pernah ia terbitkan, menciptakan sebuah 'amerta'─keabadian─pribadi di mana samudera tak pernah benar-benar mati. Buku-buku usang, pena yang setia, dan aroma tinta adalah saksi bisu ritual nya, mengubah kamar menjadi sebuah tempat bagi masalalu. Namun, pengabdiannya pada kenangan mulai menggerogoti kehidupannya yang sekarang. Keluarga Kiran resah, teman-teman nya perlahan mulai menjauh, dan dunia menyusut menjadi sempit, hanya berputar pada poros Samudera. Ia seperti hantu yang melayang di antara baris-baris kalimatnya sendiri, menolak untuk bergerak maju. Hingga suatu hari, sebuah undangan pameran kaligrafi yang mulanya ia abaikan, secara tak terduga mempertemukannya dengan Arjuna, seorang seniman kaligrafi misterius dengan mata sekelam tinta cina dan tangan yang seolah menari di atas kertas. Arjuna, dengan caranya sendiri yang unik, tampak mampu menembus lapisan-lapisan aksara yang Kiran tulis, bukan sekedar membaca kata, melainkan merasakan emosi dan memori di baliknya. Interaksi mereka, yang mulanya canggung dan penuh resistensi dari Kiran, perlahan membuka celah pada benteng kesendirian yang ia bangun. Arjuna bukan pengganti Samudera, melainkan sebuah cermin yang memaksa Kiran melihat bahwa 'amerta' sejati bukanlah sebuah penjara kenangan, melainkan kemampuan untuk membiarkan kenangan hidup di dalam hati, tanpa harus menghentikan denyut kehidupan. Kiran harus menghadapi pertarungan terbesarnya; melepaskan genggaman pada masalalu yang abadi dalam aksara, demi merangkul masa kini yang menjanjikan 'amerta' dalam bentuk lain─kehidupan itu sendiri, dengan segala luka dan kemungkinan indahnya.