Bandung, Between Us

Bandung, Between Us

  • WpView
    OKUNANLAR 121
  • WpVote
    Oylar 23
  • WpPart
    Bölümler 3
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Çar, Kas 20, 2024
Sebuah Cerita Pendek. Di tengah dinginnya Bandung selepas hujan, Aruna menemukan kehangatan di Peluk Hangat Cafe, sebuah kafe kecil dengan suasana nyaman yang memikat hati. Pertemuannya dengan Andra, seorang pelayan ramah yang penuh filosofi sederhana, membawa Aruna pada percakapan hangat yang tak terduga. Apa yang dimulai sebagai pelarian dari rutinitas berubah menjadi sebuah perjalanan kecil penuh makna. Bersama Andra, Aruna menyusuri sudut-sudut tersembunyi Bandung yang menyimpan cerita. Di antara aroma kopi, rintik hujan, dan lampu kota yang memantul di jalan basah, dua hati yang baru bertemu mulai menemukan kehangatan di tengah dinginnya dunia. Sebuah kisah tentang jeda, kehangatan, dan kemungkinan awal yang tak terduga.
Tüm hakları saklıdır
#598
cafe
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Prestige
  • Ekstrovert & Introvert [SELESAI✔️]
  • Senandika : Titik Temu
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • Flower Rose
  • Ruang Hati di Kota Kembang
  • About Together
  • The Coffee Crush

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi