SIAPA AKU?

SIAPA AKU?

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 7, 2025
Sebenarnya ini sederhana, Hanan hanya ingin mendapat pengakuan saja dari keluarganya, tapi kenapa itu terlihat sulit sekali? Kapan kata "Hanan anakku" akan keluar dari mulut ayah dan ibunya? kapan juga ajakan "Sini, makan bareng" akan terdengar ditelinganya? sebenarnya Hanan sedikit lelah, hidup menjadi benteng yang menghalangi kebahagiaan datang pada keluarganya, ah tidak, bukan pada keluarganya, tapi pada ayah, ibu, dan kakaknya. lagi pula sejak kapan ia menjadi bagian dari keluarga itu? hadirnya saja hanya dijadikan tempat pelampiasan. "Hanan gapapa kok, diliat sebagai sampah juga. Asal Hanan dapat pengakuan dari kalian, meskipun Hanan terlahir sebagai benda menjijikan." *** Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri, jangan ada yang ngecopy, ayo saling menghargai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Empty | 00L NCT Dream
  • Why Does It Have To Be You? [END]
  • family (lee haechan) ✔ (Revisi)
  • My Sick Twins! || LHC NJM
  • NEVERTHELOST || Love In Silence
  • aku hanya beban [so fullsun]
  • Õur Littlê ßeår { нαє¢нαη }
  • Renjana Niskala [slow up]
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

More details
WpActionLinkContent Guidelines