Ayah Aku Menyerah || TAMAT

Ayah Aku Menyerah || TAMAT

  • WpView
    Reads 884
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 18, 2024
Nakalah, seorang anak yang selalu sakit, lahir dengan asma sejak pertama kali membuka mata. Setiap langkahnya selalu terasa berat karena penyakit yang mengikutinya. Sejak lahir, ia sudah menjadi beban bagi orang tuanya, terutama bagi sang ayah, Yuda. Bagi Yuda, Nakalah adalah pengingat pahit akan kematian istrinya yang meninggal saat melahirkannya. Rasa kesal dan penyesalan yang mendalam selalu membuat Yuda menyalahkan Nakalah, meskipun itu bukan kesalahan anaknya. Setiap kali Nakalah terbatuk atau kesulitan bernapas, Yuda hanya melihatnya sebagai penderitaan yang tak kunjung usai, yang dihubungkan dengan perasaan bersalah atas kehilangan sang istri. Nakalah tak hanya harus menghadapi sakitnya, tetapi juga perlakuan kasar dari ayahnya. Kata-kata menyakitkan dan hinaan sering terlontar darinya. Tak jarang, ia merasa seakan tak diinginkan di dunia ini, terutama setelah sering dibuli oleh teman-temannya yang tak mengerti situasinya. Namun, meski begitu, Nakalah berusaha bertahan. Dengan segala kelemahan dan ketidakadilan yang diterimanya, ia bertekad untuk mencari tempat di dunia ini, bahkan jika itu hanya dengan harapan agar ayahnya, yang pernah sangat ia sayangi, melihatnya lebih dari sekadar anak yang menjadi alasan penderitaan. Bagaimana Nakalah bisa mengubah pandangan ayahnya? Mampukah ia menemukan kedamaian di tengah segala kegelapan? ---
All Rights Reserved
#336
asma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • Luka Dan Bahagia 'NATHAN
  • SIMETRI
  • Rainbow
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Empty | 00L NCT Dream
  • Sudut Luka Nazea
  • Sembagi Arutala
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓

Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah memberinya ruang, Naren hanya ingin satu hal: diterima, meski sekali saja. "Adik gue cuma satu. Cuma Hema." Kalimat itu menamparnya lebih keras dari apa pun. Apakah keberadaannya hanya luka? Apakah ia masih dianggap? Atau justru menjadi alasan penderitaan yang tak berujung? Di tengah ujian hidup yang terus berdatangan, Naren berjuang sendiri menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan harapan yang nyaris pudar. Ini adalah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang rasa sepi di tengah keramaian... dan tentang seorang laki-laki yang diam-diam ingin pulang namun bukan ke rumah, tapi ke hati yang bisa memeluknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines