Why Should it be Me?

Why Should it be Me?

  • WpView
    Lecturas 64
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, nov 26, 2024
WpInfo
Ficción
Fantasía
Kenyataan memang harus diterima mau itu baik ataupun buruk. Tapi terkadang kita selaku manusia tidak bisa untuk menerima kenyataan atau bahkan takdir yg telah ditetapkan untuk diri kita. Namanya kenyataan atau takdir, mau tidak mau ya harus bisa diterima. Sebagaimana yg nantinya akan dialami oleh seorang pemuda bernama Ray. Dia tidak tau apa kenyataan dan takdir yg akan menimpa dia selama menjalani hidup, apakah hidupnya akan terus mulus tanpa hambatan? atau mungkin akan terus menerus menerima hambatan rintangan yg membuat dia bosan menjalani hidup dan juga bosan untuk mempunyai sebuah harapan dalam hidup? Yuk simak di "Why Should it be Me?" karya dadakan dari A_Pram ini mudah-mudahan akan membuat kalian selaku pembaca cerita bisa terhibur dan ikut memahami, merasakan dan bahkan sampai bisa menebak kenyataan atau takdir seperti apa yg nantinya setiap chapter akan dihadapi oleh Ray ini. Penasaran? Coba ikutin terus perjalanan Ray disetiap Chapternya. Jangan lupa Rate ya hehehe dan jika ada kritik, saran&masukan silahkan tinggalkan di kolom komentar ya..!Terima Kasih sebelumnya.... Enjoy Your Reading My Art.
Todos los derechos reservados
#80
novelfantasi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Silence That Shaped Me
  • Love With Ghost
  • Apocalypse [Hiatus]
  • Bulan Merah Wilwatikta [TAMAT]
  • ADURA
  • Black and White; Unexpected Game!

"Aku tetap ada. Meski kalian pura-pura aku tidak pernah lahir." Goresan tinta hitam itu tampak tegas, meski tangan yang menuliskannya sempat gemetar. Tulisan itu menggantung di atas pantulan wajah Freya-seakan mengukir ulang dirinya. Bukan lagi sebagai anak yang tak dianggap, tapi sebagai sosok yang memilih berdiri. Di antara luka, pengkhianatan, dan keheningan yang membatu, ia tetap ada. Ia hidup. Bukan demi pengakuan. Bukan demi cinta yang tak kunjung datang. Tapi demi dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, Freya tak menanti suara dari luar kamar. Tak lagi berharap ada ketukan, atau sapaan lembut di pagi hari. Ia tahu, pagi itu akan tetap sepi. Seperti biasanya. Namun kali ini, ia tidak takut. Karena saat dunia berhenti menyambutnya... Ia akhirnya menyambut dirinya sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido